PROKAL.CO, TANA PASER – Pasokan dua komoditas pangan, berupa beras dan gula, di Paser sampai akhir 2017 masih cukup. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Tanah Grogot Rendy Hidayat belum lama ini. Kansilon Tanah Grogot membawahi dua kabupaten, yakni Paser dan Penajam Paser Utara (PPU).
Dua pasokan itu dinilai masih cukup, bahkan hingga triwulan pertama 2018, di gudang kini tersedia 1.103 ton beras dan 240 ton gula kristal.
"Kemungkinan keduanya masih aman sampai tiga bulan pertama 2018. Apalagi gula, karena permintaannya belum tinggi. Tetapi produk baru gula kristal yang lebih putih tampaknya banyak diminati masyarakat," ujar Rendy, kemarin (5/11).
Untuk beras, dari 1.103 ton yang ada, 3 ton berupa beras jenis premium. Sedangkan sisanya berupa jenis medium atau beras sejahtera (rastra). Beras medium biasanya untuk pasokan operasi pasar dan persediaan apabila ada bencana. Lantas mengenai kebutuhan kedua bahan pangan itu, gula untuk Paser dan PPU kini masih minus produksi dari Paser.
“Gula selama ini memang belum ada pabrik dan petani dari Paser yang memproduksi. Hanya mengandalkan Bulog dan persediaan pedagang tradisional maupun partai dan eceran. Ke depan dari pemerintah pusat,” beber Rendy.
Disebutkan, ada kebijakan yang mengharuskan sumber pasokan gula hanya dari Bulog. Tidak ada lagi dari pedagang atau pengusaha swasta.
"Namun aturannya masih belum berjalan karena bisa mematikan banyak pedagang besar dan berbagai kepentingan. Stok di PTPN Gula masih banyak sekitar 400.000 ton," terangnya. (/jib/san/k9)

No comments:
Post a Comment