SELALU BERPINDAH: Keterangan pers dipimpin Kapolres Paser AKBP Dudy Iskandar mengenai penangkapan R, pelaku pembunuhan Hariyanto yang jasadnya dibuang ke Sungai Pelian. (Niken/KP)
PROKAL.CO, TANA PASER – Setelah menjadi buronan dua pekan lamanya, akhirnya R (37) yang warga Samarinda berhasil diamankan jajaran Opsnal Reskrim Polres Paser. R yang ditetapkan sebagai tersangka perampokan disertai dengan pembunuhan korban Hariyanto diamankan saat melakukan pelarian di Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dalam keterangan persnya, Kapolres Paser AKBP Dudy Iskandar SIK, didampingi Kasat Reskrim Polres Paser AKP Bambang Hardiyanto SH serta Kanit Pidum Ipda Suradin dan Paur Humas Polres Paser, menyebutkan, setelah melakukan pembunuhan terhadap Hariyanto, tersangka melakukan pelarian ke sejumlah tempat. Di antaranya Kutai Barat (Kubar) dan terakhir bersembunyi di Sampit.
“R berhasil diamankan berkat kerja sama kepolisian wilayah Sampit. Kemudian pelaku dibawa ke Mapolres Paser beserta sejumlah barang bukti, yaitu kendaraan truk milik korban, HP milik korban. Berikut kayu yang digunakan untuk memukul korban, tali untuk menjerat leher korban. Kemudian terpal berwarna hijau yang digunakan untuk membungkus mayat Hariyanto,” ucap Kapolres Paser, Kamis (2/11).
Kapolres menuturkan, pelaku nekat membunuh korban yang merupakan sahabatnya sendiri karena desakan ekonomi. Pembunuhan dilakukan di kamar kontrakannya yang berada di Kecamatan Kuaro, 16 Oktober lalu. Tidak ada niat sebelumnya, namun karena bisnis angkutan yang dijalankan sedang melemah, akhirnya R berniat merampas barang-barang berharga milik korban.
“Sementara ini penyidikan yang kami dalami, pelaku melakukan pembunuhan karena masalah ekonomi dan sebelumnya belum direncanakan. Korban saat itu datang ke indekos pelaku sepulang perjalanan dari Kalsel. Saat korban terlelap, pembunuhan tersebut dilakukan,” lanjutnya.
Dengan menggunakan balok kayu yang biasa digunakan untuk mengganjal ban truk, Pelaku memukul dada tepat di daerah jantung hingga tulang rusuk korban patah. Selanjutnya, pelaku menjerat leher korban dengan tali dan membungkusnya dengan terpal yang ditemukan di dalam truk korban. Setelah itu, pelaku membawa jasad korban dengan truk dan membuangnya di pinggir Sungai Pelian Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang.
“Pada saat pemukulan, korban tidak langsung tewas. Namun jeratan di lehernya yang membuat korban tewas dan kemudian ditemukan warga yang sedang mencari ikan keesokan harinya. Pelaku pun sempat menghilangkan jejak dengan mengganti warna bak truk milik korban yang semula berwarna putih menjadi warna merah,” beber Kapolres. (*/ns/san/k9)

No comments:
Post a Comment