TANA PASER- Kunjungan kerja Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi ke asrama mahasiswa Paser putri dan putra di kota Samarinda, Selasa (29/8) tidak hanya disertai sejumlah pejabat seperti Inspektur Inspektorat Hairul Saleh, Sekretaris Bappeda Muksin, Kepala Bidang Aset Jailani dan Kabag Umum M Sabir serta yang mewakili Dinas PU dan Tata Ruang.
Juga turut hadir Ketua DPRD Paser H Kaharuddin bersama Komisi III DPRD Paser yakni H Ambo Penrei dan Norhayati. Kunjungan bupati dan rombongan diawali asrama mahasiswa putri Wana Sebaya yang beralamat di Jl Ki Hajar Dewantara atau tak jauh dari Kampus Unmul Gunung Kelua dan dilanjutkan ke asrama Putra Daya Taka di kawasan Sungai Pinang Luar Jl Pramuka.
Saat bertatap muka dengan mahasiswa, Bupati mengatakan, penijuaun asrama ini penting untuk melihat dan dekat kondisi bangunan yang menjadi aset pemerintah daerah, dan secara umum fisik bangunan memadai meskipun diperlukan perbaikan.
“Secara umun fisik bangunan masih memadai meskipun diperlukan perbaikan di berapa bagian. Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti untuk memperbaiki fasilitas asrama,” katanya.
Bupati mengatakan bahwa adanya asrama mahasiswa merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah karena mampu menyiapkan sarana pemondokan bagi mahasiswa. Oleh karena itu, para penghuni asrama diharapkan memperhatikan kebersihan lingkungan dan menjaga bangunan asrama dan aset asrama.
Bupati Yusriansyah juga berpesan kepada para mahasiswa agar selalu melibatkan diri dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Saat berdialog dengan Bupati Yusriansyah Syarkawi bersama Ketua DPRD Paser Kaharuddin, baik mahasiswa putra maupun putri memanfaatkan waktu untuk berkeluh kesah khususnya menyangkut asrama.
Para mahasiswa lantas melaporkan kondisi asrama mahasiswa putri seperti yang disampaikan ketua asrama Putri Sayatul Laini. Dia menyatakan, asrama putri mengalami kerusakan seperti pintu, jendela, kran dan pipa air serta septic tank yang buntu, serta mengenai keamanan di asrama.
“Itu beberapa bagian yang mengalami kerusakan dan perlu penanganan pak Bupati. Meskipun asrama kami dilengkapi teralis besi, kami juga beberapa kali kemalingan dengan menjebol teralis. Kami mohon jalan keluarnya. Harapan kami, ada CCTV di asrama,” harapnya.
Begitu pula terhadap kondisi asrama putra, menurut sejumlah mahasiswa ada beberapa bagian perlu perbaikan dan pembangunan pagar asrama karena selama ini ada klaim oknum tertentu menyangkut batas tanah asrama.
“Yang urgen pak Bupati, menyangkut batas tanah asrama. Karena selama ini ada masyarakat yang mempermasahkannya. Karena itu perlu ada tim untuk melakukan pengukuran ulang bersama BPN,” katanya.
Terhadap laporan tersebut, Bupati Yusriansyah berjanji menampung usulan-usulan, dan jika memang memungkinkan, maka akan ditangani melalui anggaran perubahan.
“Saat ini anggaran kita mengalami devisit, dan adik-adik tentu sudah mengetahui. Kerusakan kecil akan segera ditangani jika ada anggaran di perubahan. Sedangkan yang besar-besar kita upayakan di 2018. Bisa berkoordinasi dengan Bappeda serta Dinas PU dan Tata Ruang,” katanya.
Menyangkut keamanan asrama putri, Bupati mengatakan melalui Bagian Umum akan dilakukan upaya jalan keluarnya. Namun, Yusriansyah berharap mahasiswa untuk lebih menjalin silaturahmi dengan warga dan ketua RT setempat, sehingga menyangkut keamanan asrama dapat diselesaikan bersama.
Terhadap permohonan kejelasan batas tanah asrama putra, Bupati meminta Bidang Aset BPKAD untuk segera berkordinasi dengan instansi terkait, sehingga apa yang menjadi keluhan dapat segera diselesaikan. (har-)


No comments:
Post a Comment