TANA PASER – Pertemuan
Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi dengan Kepala Desa di Kantor Desa Prayon,
Senin (6/11) dimanfaatkan Kepala Desa untuk menyampaikan uneg-uneg dan aspirasi
warganya. Ada enam kepala desa yang hadir untuk berbicara dengan bupati, yaitu Lusan,
Muara Payang, Muara Kuaro, Binangon, Selerong, dan tuan rumah Prayon.
Selain jalan yang
menjadi selalu menjadi topik utama tiap desa, kepala desa juga menyampaikan kebutuhan
dasar seperti air bersih dan listrik. Kepala Desa Binangon mengatakan bahwa
kedua kebutuhan dasar ini masih menjadi mimpi bagi warganya padahal jarak
ibukota desa dari jalan negara hanya berkisar 7 kilometer.
Terhadap permintaan ini
Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi menyarankan warga desa untuk mencari
alternatif sumber air seperti sumur bor dan embung, yang keduanya memang belum ada
di desa ini menurut Kepala Desa. “Saya minta Dinas PMD memfasilitasi pembuatan
embung di desa Binangon,” kata Bupati kepada Sekretaris DPMD Jarkawi.
Terkait penyediaan
sumber energi, Bupati mengatakan bahwa pada 2016 ada 40 desa lagi yang belum
menikmati penerangan dan dalam dua tahun terakhir angka ini sudah berkurang. “Diupayakan
agar 2019 krisis listrik di 40 desa ini sudah teratasi semua, apakah dengan
sambungan PLN, PLTS atau sambungan listrik dari Kalimantan Tengah yang melewati
wilayah Muara Komam,” kata Bupati didampingi Asisten II Bidang Ekonomi Karoding.
Adapun Kepala Desa
Prayon Barniah mengusulkan transmigrasi di wilayahnya. Menurut Barniah Prayon tahun
ini dihuni 72 Kepala Keluarga, dan tidak ada penambahan penduduk yang
signifikan dalam beberapa tahun terakhir. (aks)





No comments:
Post a Comment