Untuk Penerangan, Warga Masih Pakai Lampu Teplok
PROKAL.CO, TANA PASER – Legislator Kabupaten Paser terus mendorong Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk bisa memaksimalkan pelayanan listrik secara merata hingga sampai ke daerah pedesaaan, khususnya kawasan desa-desa pesisir yang ada di Kabupaten Paser. Karena sebagian besar kawasan desa pesisir, seperti kawasan Desa Petiku, Desa Tanjung Aru dan sekitarnya, masih mengandalkan genset atau bahkan lampu teplok untuk pemenuhan kebutuhan penerangan warganya.
“Untuk memaksimalkan pelayanan daya listrik kepada konsumen di Paser, sebenarnya sudah pernah diupayakan dengan melakukan diskusi langsung dengan manajemen PLN Area Kaltim- Kaltara,”ujar Legislator Paser Ahmad Rafi’i saat berbincang dengan Paser Pos, baru-baru ini.
Menurut anggota Komisi III DPRD Paser itu, setahun lalu pihaknya sudah membuka komunikasi dengan manajamen PLN area Kaltim-Kaltara (Kaltimra) terkait pemenuhan kebutuhan daya listrik di untuk masyarakat Kabupaten Paser. Nantinya pemenuhan kebutuhan daya listik di Paser akan dilakukan secara bertahap dengan pertimbangan letak geografis.
“Satu tahun lalu kita (DPRD Paser) sudah melakukan upaya-upaya persuasif dengan pihak PLN, baik dengan ranting Tanah Grogot, maupun dengan wilayah Balikpapan yang membawahi Kaltimra. Dan manajemen area Balikpapan menjanjikan permasalahan biarpet listrik akan segera diselesaikan,” bebernya.
Untuk diketahui, satu tahun lalu dalam rapat dengar pendapat antara mahasiswa yang melakukan unjuk rasa karena kerap terjadinya biarpet, Manajer PLN Area Balikpapan Natan, didampingi Kepala PLN Rayon Tanah Grogot Sunoto mengungkapkan, rencana jangka panjang PLN, pada 2024 akan membuat transmisi yang saling terkoneksi antara Kaltim-Kalsel yang saat ini dilanjutkan dari Kuaro hingga Kecamatan Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Untuk mengatasi kekurangan di Paser, kami telah membuat rencana baru yaitu mengoperasikan PLTU berkapasitas 2x7 MW. Estimasinya sampai 2018,” ujar Natan. (ian/rus)
No comments:
Post a Comment