PROKAL.CO, TANA PASER – Pemkab Paser sedang menggodok nama untuk pelabuhan perikanan di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan. Hal tersebut dilakukan pascapemetaan wilayah yang dilakukan investor asal Amerika Serikat, National Standart Finance (NSF) pekan lalu.
Wakil Bupati (Wabup) Paser M Mardiakansyah pun mengajak instansi terkait untuk membahas penentuan nama pelabuhan yang akan menjadi kawasan utama program smart city di wilayah tersebut. Padarapat yang dihadiri Presiden Direktur NSF Tommy Sorprapto itu, dijelaskan ada tujuh poin utama yang didapatkan dari hasil diskusi bersama masyarakat di Tanjung Aru. Salah satunya rencana pemberian nama. Dikatakan, yang muncul adalah nama Pelabuhan Samudera Perikanan Tanjung Aru.
“Nama pelabuhan sangat penting dan merupakan sebuah kunci dari rencana pembangunan smart city berbasis sektor perikanan. Kita tidak dapat memproses dokumen tanpa ada namanya. Ini harus dirapatkan di pemerintah daerah. Dari kesepakatan dengan warga, bakal ada berita acara dan nanti dibuatkan SK Bupati atau perbup, lalu diproses,” beber Tommy, kemarin (17/7).
Sementara itu, Mardikansyah menjelaskan poin utama hasil pertemuan dengan masyarakat Desa Tanjung Aru. Di antaranya, masyarakat meminta keseriusan Pemkab Paser untuk menjadikan Tanjung Aru sebagai kawasan smart city. Masyarakat meminta penyelesaian kawasan Tanjung Aru yang masih dalam kawasan cagar alam. Kemudian camat dan kepala desa telah menyepakati untuk tidak mengeluarkan surat menyurat administrasi tanah.
“Masyarakat juga meminta agar mengutamakan pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan jalan. Memang saya akui, jalan di Tanjung Harapan tidak pernah usai. Tetapi Pak Tommy telah mengatakan, akses itu otomatis akan diperbaiki. Mudah-mudahan itu menjawab kegelisahan masyarakat,” ungkapnya. (*/ns/ica/k9)

No comments:
Post a Comment