TANA PASER- Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi
menegaskan, pelantikan jabatan eselon II, III dan IV di jajaran Pemkab Paser dilaksanakan
untuk mengisi jabatan yang lowong, menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi,
dan juga karena beberapa jabatan mengalami perubahan nomenklatur sehingga
pejabatnya harus dilantik kembali.
Selanjutnya menurut Yusriansyah, perlu dipahami
bahwa Aparatur Sipil Negara tidak dapat dipisahkan dari program besar reformasi
birokrasi, karena ASN merupakan faktor dan aktor utama dalam birokrasi, sementara
birokrasi merupakan sarana utama dalam pencapaian visi dan misi pembangunan.
Karena itu, penataan dan pembenahan manajemen kepegawaian menjadi faktor
penting dalam pencapaian visi dan misi pembangunan daerah.
Hal ini di sampaikan Bupati Yusriansyah dalam
arahannya usai melantik dan mengambil sumpah 301 orang yang terdiri jabatan eselon II, III dan jabatan eselon IV
di jajaran Pemkab Paser bertempat di Pendopo, Rabu (3/1)
Selanjutnya tegas Bupati, pengisian jabatan yang
lowong atau pergeseran para pejabat dilakukan karena kebutuhan organisasi,
antara lain karena keperluan penyesuaian antara tantangan tugas pada suatu
jabatan dengan pengalaman dan latar belakang seorang pejabat, serta kepercayaan
atasan kepada kemampuan seorang pejabat dalam mengemban tugas.
“Penempatan seorang ASN dalam suatu jabatan
merupakan bagian dari proses pembinaan pegawai, yakni dalam rangka mewujudkan
ASN yang profesional. ASN yang memiliki pangkat yang lebih tinggi, memiliki
pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan jabatan, dan memiliki prestasi
kerja yang lebih baik, diberi prioritas pertama untuk menempati jabatan,”
katanya.
Karena itu, Bupati Yusriansyah mengingatkan agar
para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama memahami fungsinya yaitu memimpin dan
memotivasi setiap Pegawai ASN pada Instansi masing-masing, serta harus menjamin
akuntabilitas jabatan.
“Akuntabilitas jabatan meliputi tersusunnya rumusan
alternatif kebijakan yang memberikan solusi, tercapainya hasil kerja unit
selaras dengan tujuan organisasi, terwujudnya pengembangan strategi yang
terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi, dan terwujudnya
kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi,” sebutnya.
(har-/humas)




No comments:
Post a Comment