Saturday, December 9, 2017

Tapal Batas Jemparing Belum Tuntas

Timbulkan Konflik, Sesama Warga Nyaris Bentrok

TANA PASER  -  Belum tuntasnya tapal batas antardesa rawan menimbulkan konflik horisontal, seperti yang terjadi di Desa Jemparing, Kecamatan Long Ikis. Karena tapal batas antardesa belum selesai, warga nyaris bentrok. Pasalnya mereka saling klaim lahan percetakan sawah yang saat ini tengah digarap Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Paser.
Menurut Sekretaris Desa Jemparing Sutikno, desanya berbatasan langsung dengan Kelurahan Long Kali, Putang, Rantau Belimbing, dan SP2. Permasalahan muncul saat ada program percetakan sawah seratus hektare di tahun 2017. Masing-masing kelompok tani mengklaim lahan yang tengah digarap Dinas Pertanian dan Perkebunan itu.
“Desa sudah menyurati dinas terkait untuk menyelesaikan permasalahan tapal batas antardesa, karena Jemparing berbatasan dengan tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Long Kali. Dikhawatirkan jika tidak segera diselesaikan, terjadi gesekan antarwarga,” ujar Sutikno.  
Permasalahan tapal batas antardesa ini sudah lama mencuat, perdebatan antarwarga desa menjadi tajam ketika bergulirnya program pembangunan seperti percetakan sawah. Beberapa waktu terakhir, tapal batas desa juga menjadi perdebatan antara kelompok tani yang ada di Desa Jemparing dengan kelompok tani Desa Rantau Belimbing dan Putang.
“Memang diketahui Long Kali yang mengusulkan. Tapi kenyataan di lapangan, lahan di Desa Jemparing yang digarap, sehingga muncul saling klaim. Dan untuk meluruskan tapal batas desa kita (pemerintah Desa Jemparing) sudah bersurat ke bupati melalui Bagian Tata Pemerintahan, Dinas Pertanian, dan Camat Long Ikis,” tutup Sutikno. (ian/cal)

No comments:

Post a Comment