Bincang dengan Dollar: Sukses Besarkan 10 Anak (1)
SUKSES KARENA SAWIT: Dollar (pakai peci) bersama istri, anak, dan cucu di sekitar rumahnya di Desa Olong Pinang, Kecamatan Pasir Belengkong. (NAJIB/KP)
PROKAL.CO, Menjadi petani kelapa sawit yang aktivitasnya termasuk pekerjaan kasar dan kotor karena berkutat kebun, tidak menjadi penghalang sukses menghidupi keluarga. Hal ini dibuktikan Dollar (72), petani yang sudah 20 tahun menggeluti bidang perkebunan kelapa sawit. Dari hasil panen tandan buah segar (TBS), dia sanggup menghidupi 10 anak dan 29 cucunya di Desa Olong Pinang, Kecamatan Pasir Belengkong.
Muhammad Najib, Tana Paser
SEBELUM fokus menggeluti kebun kelapa sawitnya, Dollar yang tidak bisa baca dan tulis (buta huruf), hanya bisa menghidup keluarganya dengan bertani palawija. Termasuk kopi dan gula aren, namun karena tak kunjung memberikan pundi rupiah yang cukup, dia mencoba peruntungan kelapa sawit. Bermodal lahan 1,5 hektare memulai tanam, rawat, dan panen sendiri. Akhirnya membuahkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
Dari 10 anak yang dilahirkan sang istri bernama Senangan, keluarga asli keturunan Paser tersebut baru menikmati hasil dari TBS pada 1996. Enam anaknya sempat merasakan pahit manis merintis kebun sawit. Usaha tidak mengkhianati hasil, berkat perjuangannya selama 20 tahun lebih mengurus kebun, tiga anaknya telah meraih S1 dan satu orang sampai ke S2. Putra sulungnya yang paling merasakan pahit manisnya merintis kebun, kini juga memiliki kebun dan sempat menjadi kepala desa (kades) setempat.
“Alhamdulillah, tinggal menikmati sisa hidup. Kebun sekitar 6 hektare, lumayan menghasilkan tiap bulan. Sekarang tinggal menerima hasilnya karena sudah ada masing-masing pekerja di kebun, mulai tanam hingga panen. Tinggal satu cucu menjadi tanggungan pendidikan, yang lainnya sudah berkecukupan,” ujar Dollar. (waz/k16)

No comments:
Post a Comment