Tuesday, October 3, 2017

Tiga Desa Kompak Minta Perbaikan Sekolah





TANA PASER – Tiga desa bertetangga di kecamatan Long Ikis dan Long Kali, sepakat mengadukan kondisi sekolah dan meminta bantuan rehab serta pengadaan alat belajar kepada Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi, di sela kunjungan Pemerintah Kabupaten Paser dalam peninjauan jalan, Senin (2/10).
Ketiga desa itu adalah Belimbing di Kecamatan Long Ikis serta Desa Pinang Jatus dan Perkuwen Kecamatan Long Kali. Dari ketiga desa ini, Bupati dan rombongan menyempatkan diri untuk singgah di dua kantor desa yakni Belimbing dan Perkuwen.
Usai istirahat sejenak dan makan siang di kantor desa Belimbing, Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Murharianto menggelar rapat dengan Kepala Desa dan sejumlah guru SDN 010 Long Ikis. Kepala Desa Belimbing minta rehab SDN 010 Long Ikis yang bangunannya sudah tua. Selain rehab, kepala desa juga minta pembangunan pagar.
Sementara itu di Perkuwen, Kepala Desa Sakransyah meminta meja dan kursi untuk ruang kelas SDN 009 Long Kali. Selain sarana, Sakransyah mengadukan kondisi tenaga pengajar SDN 009 yang hanya diisi oleh satu orang ASN dibantu empat tenaga honor sekolah. 
Kedua sekolah ini, SDN 010 Long Ikis dan SDN 009 Long Kali merupakan penyangga SMP Negeri 8 Long Kali, yang letaknya di desa Pinang Jatus. SMP Negeri ini baru dibuka pada tahun ajaran 2016/2017, sehingga pada tahun ini baru dua kali melakukan penerimaan siswa baru. Karena anak-anaknya kebanyakan sekolah di SMP 8 Long Kali, Kepala Desa Perkuwen juga minta perhatian pemerintah yang lebih kepada sekolah baru itu.
Artinya, sebelum kehadiran SMP Negeri 8 yang berada di antara SDN 009 dan SDN 010, para alumni kedua sekolah ini menempuh perjalanan jauh untuk melanjutkan pendidikan, ditambah kondisi jalan yang rusak parah. Anak-anak di Desa Belimbing dan Pinang Jatus harus ke SMP Negeri 8 Long Ikis di Desa Tiwei, sementara anak-anak di desa Perkuwen, ada yang ke Tiwei dan ada juga yang ke SMP Negeri 4 Long Kali di Desa Muara Lambakan dengan jarak tempuh 7 kilometer.
Terkait permintaan ini Murharianto mengatakan bahwa anggaran untuk pembangunan sekolah bersama sarana pembelajaran dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID), yang keduanya dari APBN. “Untuk pagar sebenarnya bukan prioritas karena saat ini masih ada banyak sekolah yang kekurangan Ruang Kelas Baru dan Rumah Dinas Guru. Itu dulu kita penuhi, baru pagar, gapura atau semenisasi halaman,” tegas Murharianto.
Selain jalan yang rusak, anak-anak sekolah berhadapan dengan kondisi jalan yang kiri kanannya sebagian besar berstatus hutan belantara. Sisanya kebun sawit yang jarang dikunjungi warga. 
 
Meski kunjungan Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi bersama rombongan ke Long Ikis dan Long Kali merupakan kunjungan resmi yang sudah diberitahukan ke Pemerintah Desa, ternyata banyak warga yang mengaku kaget koq tiba-tiba Bupati hadir di hadapannya, dan duduk bersama menduskusikan kekurangan-kekurangan yang ada di desa.
Sebagai contoh, Sekretaris BPD Perkuwen Kecamatan Long Kali. Ketika menyediakan makanan ringan dan minuman untuk rombongan, di ruang utama kantor Desa Perkuwen, perempuan setengah baya ini beberapa kali berucap kepada anggota rombongan, tidak menyangka ada Bupati hari itu.
“Ya kaget aja, koq tiba-tiba ada bupati, jadi kami tidak lakukan persiapan apa-apa, tidak ada jamuan istimewa, apa adanya aja,” katanya. Dia pun mendekati Bupati ketika orang nomor satu ini beranjak dari tempat duduknya, dan langsung minta oleh-oleh untuk Desa Perkuwen.
“Apa yang bisa diberikan untuk kami di Desa Perkuwen pak. Desa ini banyak sekali kekurangan, Bapak bisa lihat sendiri, jadi apapun yang diberikan akan kami terima dengan senang hati,” lanjutnya.
Menanggapi pertanyaan ini Bupati tersenyum, menyalami ibu tersebut dan meminta selaku BPD melakukan inventarisasi kebutuhan desanya lalu lakukan skala prioritas dan sampaikan ke Kabupaten melalui jalur resmi, seperti melalui Musrenbang, Forum Perangkat Daerah, atau Forum CSR.
Di Muara Lambakan, Bupati dan rombongan juga menemui Kepala Desa dan sebagian warga di kantor desa. Sebagian warga yang sebelumnya hanya menonton dari rumah masing-masing juga akhirnya mendatangi dan menyalami Bupati bahkan ketika Bupati sudah duduk di dalam mobil dan bersiap pulang. (aks)

No comments:

Post a Comment