Friday, August 4, 2017

Sekda Menilai Paser Harus Perluas Jaringan




TANA PASER – Salah satu kelebihan Bantaeng yang bisa diadopsi oleh Pemerintah Kabupaten Paser adalah unggul dalam bidang network atau jaringan baik dalam negeri lebih-lebih luar negeri. Sekda Paser Fathur Rahman secara terang-terangan mengakui hal ini saat pertemuan dengan Pemkab Bantaeng, Kamis (3/8) di lantai 2 ruang pertemuan kantor Bupati Bantaeng.
Untuk itu, Sekda memberikan instruksi kepada para pimpinan instansi yang hadir pada saat itu agar bisa mencontoh keunggulan kabupaten yang dipimpin Nurdin Abdullah ini.
Sekda mencontohkan beberapa hal yang bisa dikembangkan melalui jaringan. “Misalnya optimalisasi peran BLK dalam mencetak calon tenaga kerja yang handal. Selama ini BLK kita masih sangat tergantung dengan APBN,” katanya.
Hal lain yang disampaikan mantan asisten I Provinsi Kaltim ini adalah di bidang pelayanan kesehatan, terutama untuk penangan gawat darurat, di mana kabupaten yang berada di kaki Sulawesi ini dikenal dengan panggilan siap 24 jam. Menurutnya, pola pelayanan seperti ini bisa diterapkan di Paser meski belum bisa persis sama karena memang Paser secara geografis lebih luas dan masih ada daerah yang belum bisa djangkau oleh kendaraan roda empat.
“Setelah ini kita akan jalin kerjasama lebih jauh, jalin komunikasi, dan akan melihat hal-hal apa yang akan kita kerjasamakan,” kata Fathur memberikan kesimpulan. 
 
Dewa: Paser Perlu Pembenahan SDM
 
Kepala Dinas Kesehatan dr Dewa Made Sudarsana menjelaskan bahwa Paser perlu melakukan pembenahan di bidang Sumber Daya Manusia jika ingin memperbaiki pelayanan di bidang kesehatan. Dewa menyampaikan hal ini di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Bantaeng, Kamis (3/8).
Dewa mengakui, dalam hal kualitas SDM, Paser masih berada beberapa langkah di belakang Bantaeng. Namun mantan direktur RSUD Panglima Sebaya ini mengatakan bahwa mengejar ketertinggalan dan memperbaiki kualitas layanan di bidang kesehatan merupakan hal yang terjangkau dan bisa dilakukan di Paser.
Dia juga mengakui bahwa tinggal kemauan semua pihak di Paser jika ingin melihat masyarakat yang sehat dengan angka kematian ibu dan bayi yang rendah bahkan nol. “Semua yang kita lihat di Bantaeng ini bisa dilaksanakan sampai Puskesmas, namun perlu kekompakan dari semua pihak,” jelasnya.
Dikatakan, banyak hal yang sama antara Paser dan Bantaeng, namun diakui Bantaeng jauh lebih lebih unggul dalam koordinasi, kekompakan dan integrasi.
Pada pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, rombongan mendapat kesempatan mengunjungi salah satu klinik kesehatan terpadu. Di tempat ini terlihat Wabup, Sekda, Kadis Kesehatan bersama sejumlah pejabat lainnya sangat antusias menyimak penjelasan dari salah satu dokter. (aks)
 

No comments:

Post a Comment