Monday, August 7, 2017

HMI Paser Galang Dana untuk Nur Mala Sari, Penderita Tumor Ganas

Mahasiswa Paser yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi penggalangan dana untuk Nur Mala Sari, Penderita Tumor Ganas, di jalan Jenderal Sudirman Tanah Grogot, Minggu (6/8)


Tana Paser (gerbangkaltim.com) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Paser melakukan aksi penggalangan dana di Jalan Jenderal Sudirman, Simpang 4 Pom Bensin Tanah Grogot. Penggalangan dana tersebut ditujukan kepada Nur Mala Sari, warga Desa Senaken yang menderita tumor ganas selama hampir lebih 13 tahun.
Ketua HMI Paser Al Aziz Abdillah mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada sesama, terlebih kepada mereka yang sedang membutuhkan pertolongan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas kami dari HMI untuk ibu Nur Mala Sari. Tema aksi kami kali ini adalah HMI Peduli Ibu Nurmala sari” kata Aziz.
Aziz mengatakan kondisi Nur Mala Sari saat ini membutuhkan uluran tangan dan bantuan untuk menyembuhkan penyakit tumor ganas yang dideritanya.
Aksi penggalangan dana itu kata Aziz akan dilakukan selama beberapa hari kedepan.
“Kegiatan penggalangan dana akan dilakukan sampai 8 Agustus. Kepada masyarakat Kabupaten Paser yang telah memberikan donasi, kami untuk ucapkan terima kasih,” kata Aziz.
Seperti diketahui, penyakit tumor yang diderita Nur Mala Sari berawal dari benjolan kecil, kemudian membesar hingga memberatkan kepalanya.
Ibu tiga anak ini tinggal di sebuah rumah bantuan milik orangtuanya. Untuk makan sehari-hari, ia masih numpang dengan orangtua karena sang suami saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan karena beberapa waktu lalu terkena dampak PHK.
Faktor biaya pun menjadi alasan klasik mengapa tumor itu kian membesar. Ia hanya mengkonsumsi obat-obat tradisional. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.
Dokter telah mendiagnosanya menderita tumor ganas.
Nurmalasari harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Biaya berobat yang sangat mahal, membuat ia hanya pasrah menunggu bantuan dan uluran orang lain.
“Biaya obatnya kata dokter 60 juta harus ke Surabaya. Karena mahal, saya biarkan saja karena tidak ada uang,” ujar Nur.
Nur masih bisa mengunyah makanan yang ia makan. Tapi untuk dibawa bekerja, hal itu mustahil dilakukan.
“Jika dibawa untuk makan masih bisa, tapi kalau untuk bekerja sepertinya agak berat,” kata Nur.
Nur Mala Sari tidak tahu harus berbuat apa dengan kondisinya saat ini. Ia berharap ada uluran tangan dan bantuan untuk mengobati penyakit tumor ganas yang dideritanya itu.
“Harapan saya, cuma satu. Ingin sembuh,” kata Nur menangis terisak-isak sembari meneteskan air mata.(Jya)
 





No comments:

Post a Comment