Monday, September 11, 2017

PJU Tenaga Surya Rentan Terbakar

Jika Disetujui, Tahun Depan Dianggarkan

PROKAL.COTANA PASER  –  Baru-baru ini, salah satu lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur dua Kecamatan Kuaro rusak dan terbakar. Hal itu ditanggapi Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Paser Baihaqi sebagai ketidakseimbangan antara solar cell atau tenaga surya yang diterima PJU dan cahaya yang dipancarkan bohlam lampu.
“Jadi terbakarnya PJU itu karena bola lampu mati atau rusak, sedangkan solar cell selalu mengisi ke dalam baterai. Ketika terjadi penumpukan dan cahaya tidak bisa dikeluarkan, menyebabkan korsleting listrik dan terbakar,” ungkapnya, Jumat (8/9).
Baihaqi menuturkan, lampu PJU tenaga surya berbeda dengan PJU yang listriknya langsung disambungkan dari PLN. Jika terjadi kerusakan pada lampu LED, maka perlu segera penggantian. Jadi, tenaga yang dihasilkan tidak menumpuk terlalu banyak di dalam baterai. Upaya itu untuk menghindari kejadian yang sama terulang.
Namun, hal tersebut tidak serta-merta bisa langsung dilakukan. Sebab penanganan atau pemeliharaan bohlam lampu PJU tidak dianggarkan pada tahun 2017. Jadi, Dishub Paser harus bersabar menunggu disetujuinya usulan pemeliharaan bohlam lampu LED milik PJU di anggaran 2018.
“Tahun ini pemeliharaan lampu belum ada, tahun depan sudah kami usulkan sekitar Rp 300 juta. Namun, itu berbagi dengan pemeliharaan sejumlah sarana-prasarana yang ditangani Dishub,” ungkapnya.
Tidak hanya lampu PJU solar cell yang membutuhkan pemeliharaan, tetapi juga PJU yang disambungkan langsung dari PLN. Setelah pemkab membayar lunas listrik PJU yang terutang, ternyata pekerjaan rumah Dishub belum selesai. Dishub masih dihadapkan tugas pemeliharaan pergantian bola lampu yang mengalami kerusakan setelah aliran listrik PJU oleh PLN dimatikan.
“Usulan kami dibagi dua bagian, untuk pembayaran jasa dan untuk pembelian material. Dishub akan menyiapkan material yang dibutuhkan. Apabila pemeliharaan tidak bisa dilakukan anggota sendiri, baru kami membayar jasa orang lain. Sehingga kami bisa menghemat pengeluaran belanja,” jelasnya. (*/ns/waz/k8)

No comments:

Post a Comment