Thursday, July 27, 2017

KDRT Menurun, Kekerasan Seksual Anak Meningkat

PROKAL.COTANA PASER  -  Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Paser, Noorlina Zam Zam saat dijumpai beberapa waktu lalu mengungkapkan, sejak P2TP2A dibentuk pada 2012 lalu, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mengalami penurunan. Namun, kasus yang ditangani lembaganya mengalami peningkatan, khususnya pada kasus kekerasan seksual anak.
“Lembaga kita sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Untuk kekerasan yang dilakukan suami kepada istri dan anak-anaknya sudah mulai menurun. Dan, saat ini yang menjadi perhatian adalah kasus kekerasan seksual yang korbannya adalah anak,” ucap Norlina Zam Zam.
Wanita yang juga aktif sebagai sekretaris PKK Kabupaten Paser ini menerangkan, kekerasan terhadap perempuan pada awal dibentuknya P2TP2A, cukup tinggi. Bahkan, diceritakan kasus pertama yang ditangani yaitu seorang perempuan dewasa yang diperlakukan tidak baik oleh para tetangganya hingga nekat memanjat tower. Kemudian, perempuan tersebut dibina selama tiga bulan dan saat ini sudah menikah dengan pengusaha sukses.
“Ada juga kasus lainnya, perempuan dewasa yang disetubuhi oleh ayah kandungnya hingga memiliki empat orang anak. Sudah kami kirim ke Jawa bersama ibu kandungnya. Tetapi keempat anaknya sudah diadopsi dan masih di bawah pengawasan kami,” ungkapnya.
Sedangkan untuk kasus kekerasan seksual pada anak sejak 2015 hingga 2017 ini mulai mengalami peningkatan. Dia menuturkan, peningkatan tersebut disebabkan oleh perkembangan teknologi dan bebasnya anak-anak menggunakan media sosial tanpa pengawasan dan batasan dari para orangtua.
Kasus kekerasan seksual kebanyakan pelakunya adalah teman-teman yang baru dikenal korban. Seperti kasus yang baru-baru saja terjadi, di mana korban dan pelaku yang usianya masih anak-anak berkenalan melalui media sosial. Korban dan pelaku yang masih di bawah umur tetap dibina di P2TP2A, berbeda jika pelaku merupakan orang dewasa.
“Jika pelaku orang dewasa, tetap kami proses pada pihak berwajib. Namun ada juga keluarga yang minta untuk damai dan pernikahan menjadi pilihannya. Untuk itu, kami mengimbau para orangtua untuk terus memberikan pengawasan dan membatasi penggunaan teknologi yang disalahgunakan oleh anak-anak,” pungkasnya. (ian/cal/k1)

Wednesday, July 26, 2017

Perusahaan Wajib Pelihara Lingkungan Hidup



Tana Paser- Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi, tegaskan kepada pelaku usaha di daerah, agar mengikuti pelestarian lingkungan hidup sebagai pemeliharaan pelestarian alam. Hal ini disampaikan Bupati Paser saat membuka Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Kaltim 2017 yang berlangsung di Pendopo, Rabu (26/7).
Menurut Bupati, perusahaan yang memiliki izin usaha dikumpulkan untuk menyusun strategi pemeliharaan kawasan industri di daerah, yang tentunya aman bagi lingkungan. “Permasalahan lingkungan hidup saat ini sudah sangat kompleks dan menuntut upaya bersama di dalam menjaga kelangsungan hidup dan fungsi kelestarian lingkungan hidup,” kata Bupati.
Kabupaten Paser lanjutnya, merupakan daerah yang masih mengandalkan sumber daya alam dan sumber daya lahan untuk menopang pembangunan daerah.
Disebutkan, program pelestarian yang diterapkan pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup, berupaya menegaskan arahan pemeliharaan alam sekitar dengan yang tepat.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Abdul Basid, melalui Sekretaris Romif Erwinadhi mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan teguran kepada perusahaan yang tidak mengindahkan undangan Bupati. “Beberapa perusahaan hidup di Paser tapi ketika diundang oleh Bupati mereka tidak datang, keberadaan mereka di Paser akan dievaluasi,” tegasnya.
Kegiatan Proper ini menghadirkan narasumber dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, Wiwit Mei Guritno, yang merupakan alumni Melbourne University. (AB07/AKS)

Perhatikan Hidup Lansia Lewat Pembentukan Komda Lansia



TANA PASER- Dalam rangka penanganan lansia di Kabupaten Paser, Dinas Sosial Paser bersama pihak-pihak terkait, menggelar kegiatan sosialisasi pembentukan Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Kabupaten Paser.
Sosialisasi pembentukan Komda Lansia yang dibuka Wakil Bupati Paser HM Mardikansyah yang digelar di ruang Rapat Sadurengas Kantor Bupati Paser, Rabu (27/7) dihadiri Ketua Komda Lansia Kaltim Agus Sudarsasi.
Selain itu turut hadir Ketua Komisi Kesra DPRD Paser H Ambo Penre, Kadis Sosial Amiruddin Ahmad serta sejumlah pimpinan Perangkat Daerah, Badan dan Kabag terkait di lingkungan Pemkab Paser serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kadis Sosial Amirudin Ahmad menyebutkan, pembentukan Komda Lansia tersebut merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Sosial, Keputusan Presiden serta Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 60 tahun 2008 tentang pedoman pembentukan Komda Lansia dan pemberdayaan masyarakat dalam penanganan lanjut usia di daerah.
"Wujud dari kegiatan ini tentunya akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan para lansia, dengan Komda Lansia juga dapat memberikan saran, masukan dan pertimbangan kepada pemerintah dalam membangun daerah.
Mengapa komda lansia dibentuk, Amirudin mengatakan, penduduk lanjut usia 60 tahun ke atas yang jumlahnya makin meningkat seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup yang hal ini disebabkan oleh tersediannya fasilitas kesehatan yang jauh lebih baik disamping telah banyak dipahami pola hidup sehat.
“Selain itu terjadinya ledakan penduduk usia 15 sampai 60 tahun yang disebabkan oleh bonus demografi yang terjadi saat ini, sehingga penduduk lansia berkembang menjadi dua kali lipat,” sebutnya.

Wabup: Komda Lansia  Berikan Peluang T
etap Sehat & Aktif
 
Wakil Bupati Paser HM Mardikansyah, Rabu (27/7) membuka secara langsung sosialisasi dan pembentukan Komda Lansia Kabupaten Paser bertempar di ruang Rapat Sadurengas Kantor Bupati Paser.
Wabup Mardikansyah menegaskan pentingnya pembentukan Komisi Daerah Lansia yang disinergikan dengan Perangkat Daerah teknis sehingga penanganan Lansia di Kabupaten Paser dapat dilakukan secara baik.
 “Saya mendukung keberadaan Komda Lansia dan diharapkan dapat memberdayakan individu di masa tuanya untuk tetap dapat terlibat dalam kegiatan positif, terperhatikan dan menjadi berkat bagi masyarakat lain,” ungkap Mardikansyah .
Menurutnya, Pemerintah mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelayanan sosial usia lanjut hal ini tercermin dengan terbitnya berbagai perangkat peraturan perundang-undangan penanganan lanjut usia di Indonesia dan tentang pembentukan komisi daerah lanjut usia dan pemberdayaan masyarakat dalam penanganan lanjut usia di daerah.
Perhatian itu dijalankan dengan kebijakan dan kegiatan yang ditindaklanjuti dengan kegiatan sosialisasi pembentukan komisi daerah dan pembentukannya sehingga dapat menjadi sangat strategis menjadi wadah untuk membangun komunikasi dan memberi inspirasi dalam mewujudkan peran pemerintah daerah dalam mensejahterakan para lanjut usia di Kabupaten Paser,” kata Wabup.
Dengan akan dibentuknya Komda Lansia, Mardikansyah mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Paser untuk terus berupaya sekuat tenaga memberikan peluang kepada lansia untuk tetap sehat, aktif, untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan dan memperoleh perlindungan sosial dihari tuanya, serta mewujudkan lingkungan yang ramah lansia dengan segala kemampuan.
“Peran lanjut usia tetap penting dalam pembangunan sebagai tokoh pemelihara nilai, norma, pemberi motivasi, inspirasi dan pengingat bagi generasi muda bangsa untuk terus membangun negeri tercinta ini,” ucap Wabup.(har-)

Sekda Hadiri Rakor Pemahaman, Urgensi dan Penyusunan RP3KP di Samarinda



TANA PASER – Demi langkah awal mensukseskan program sejuta rumah Presiden Joko Widodo Sekretaris Daerah Kabupaten Paser Aji Sayid Fathur Rahman menghadiri Rapat Koordinasi Pemahaman, Urgensi dan Penyusunan RP3KP serta forum sinkronisasi pendataan provinsi Kalimantan Timur tahun 2017 di Samarinda Senin (24/7).
Bertempat di aula Bumi Senyiur Acara ini dibuka Oleh Asisten II Setprov Kaltim, Ihwansyah dan berlangsung selama tiga hari ini turut hadir oleh Asisiten Ekonomi Setdakab Paser Karoding, dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Paser Hadijah.
Sekda Paser Fathur Rahman menegaskan, kegiatan ini sangat penting dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (RP3KP) ini secara serius, guna mengetahui langkah-langkah terkait seberapa persentase kesenjangan antara perumahan yang dibangun dengan jumlah yang dibutuhkan warga Paser saat ini”.
Sisi lain, Asisten Ihwansyah menyambut berharap langkah tersebut dapat menyamakan persepsi antar Pemprov dengan Pemkab serta Pemkot. Sehingga bisa dilakukan pendataan yang baik guna mewujudkan program sejuta rumah secara nasional, bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Pada kesempatan ini, dilakukan penandatangan nota kesepahaman atau MoU antara Pemkab dan Pemkot dengan Pemprov Kaltim sebagai bentuk dukungan guna menyukseskan rencana pengembangan dan pembangunan perumahan kawasan pemukiman (RP3KP) se-Kaltim.
“Jadi dengan ditandatanganinya MoU RP3KP, ada kerangka dasar dan menjadi acuan bagi Perangkat Daerah yang baru terbentuk. Tahap pertama tentu pendataan, kita samakan datanya, kemudian analisa, dan rencanakan kapan menyelesaikan, 10 tahun atau 20 tahun,” jelas Ikhwansyah.
Terkait hal Ini, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Provinsi Kaltim La Usman mengungkapkan MoU ini merupakan awal komitmen dalam membangun perumahan yang berkesinambungan di Kaltim. Pemerintah daerah (Pemda) perlu melakukan grand design (rancangan besar) pemukiman. Menurutnya pembagunan perumahan harus sejalan dengan sektor lain. Supaya terjadi sinkroniasi dan harmonisasi dalam visi misi tujuan pembangunan khususnya RP3KP. (humpas-ew)

Foto: Sekda Paser AS Fathur Rahman, (lima dari kanan) menghadiri RP3KP di Samarinda baru-baru ini

Siswa SDN 023 Tanah Grogot Wakili Kaltim ke O2SN Nasional

TANA PASER – Khoirul Nanda Prayoga, siswa kelas V SDN 023 Tanah Grogot menjadi salah satu siswa yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Timur di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, yang rencananya akan berlangsung di Medan, Sumatera Utara 2-9 September mendatang.
Khoirul yang turun di cabang atletik kid berpasangan dengan Adriani Mikaela Bouk dari SDN 003 Muara Samu berhasil merebut dua medali emas masing-masing di lari sprint dan lari slalom. Sementara di loncat katak dan lempar lembing anak mereka berada di posisi kedua dan mendapatkan medali perak.
Khoirul adalah putra dari pasangan Giran Cipto dan Janiah. Kepala SDN 023 Hj Ernawati bersama pendamping, Subihadi, mengatakan terpilihnya siswanya itu sudah bisa diprediksi sejak awal. “Waktu menang di seleksi tingkat Kabupaten saya sudah yakin dia bisa berbuat banyak di level berikutnya. Dia punya keterampilan yang dipadukan dengan bakat alam,” kata Ernawati.
Subihadi yang juga guru olahraga SDN 023 Tanah Grogot ini menambahkan bahwa dirinya optimistis anak didiknya tidak akan mengecewakan Kalimantan Timur September mendatang. “Kami mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Paser, jadi kami akan berbuat yang maksimal untuk Kaltim dan juga Paser,” kata Subihadi, Selasa (25/7).
Siswa lain yang juga akan mewakili Kaltim di ajang yang sama adalah siswa kelas V SDN 014 Tanah Grogot Frisilia Iva Ramadhani, putri dari Yul Ramdhani, yang mendapatkan dua emas dan satu perak di cabang renang pada O2SN Kalimantan Timur lalu. Selain itu ada juga siswa SMP negeri 2 atas nama Ahmad Fatih Wahid yang berhasil menggondol tiga medali emas. (aks)
 
Foto: Khoirul Nanda Prayoga dan Adriani Mikaela Bouk


 

Bupati Rayakan Ulang Tahun di Pendopo

TANA PASER – Rabu, 26 Juli 2017 Bupati Paser HM Yusriansyah Syarkawi genap berusia 67 tahun. Syukuran ulang tahun orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Paser ini dilaksanakan di kediaman Bupati.
Sejak pagi para pegawai dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser, organisasi dan kerabat secara bergantian datang ke Pendopo untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun. Ada yang datang secara sendiri-sendiri, ada juga yang terkoordinir seperti protokol. Satu per satu disalami dengan ramah oleh Bupati disampingi ibu Hj Mutiarni Yusriansyah Syarkawi.
Di antara hadirin ada yang memberikan ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga, atau kue ulang tahun. Bagian Pemerintahan dan Humas tampil dengan memberikan karikatur Bupati Paser, dengan tulisan mari membangun untuk mewujudkan Paser yang maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan.
Bupati istirahat menerima tamu pada jam 9 pagi karena harus membuka Rapat Koordinasi Penilaian Kinerja Perusahaan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser bersama Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur. Usai membuka acara, Bupati kembali ke rumah jabatan dan melanjutkan menerima tamu. (aks)
 
Foto: Bupati menerima ucapan selamat dari Sekda
 

Fokus Perbaikan Jalan dan Kesehatan

PROKAL.CO, TANA PASER – Anggota DPRD Kabupaten Paser bersama sejumlah SKPD lingkup Pemkab Paser melakukan rapat pembahasan Raperda Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016–2021. Kegiatan itu dipimpin Sutarno, berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD Paser, Selasa (25/7).
Anggota DPRD Paser yang hadir adalah Aspiana, Umar, Udin Sahili dan Iskandar. Sedangkan dari Pemkab Paser, ialah Sekretaris Bappeda Muksin, Kasubbag Perencanaan Bappeda Syahruddin, Bagian Organisasi Suryani dan Bagian Hukum Kusnedi.
 Anggota dewan Udin Sahili mengatakan pendapatnya terkait visi-misi bupati Paser  yang mengatakan 70 persen anggaran masuk ke desa, sedangkan 30 persen masuk ke kota. Berikut, tentang anggaran PTT yang turun drastis. “Mohon penjelasan, bagaimana baiknya pihak pemerintah menyikapi permasalahan tersebut,” ujarnya.
Sedangkan Iskandar mempertegas hal yang menurutnya perlu dibahas dalam RPJMD, yakni mengenai pembangunan jalanan.
 “Sekarang banyak jalan yang ada di Kabupaten Paser mengalami kerusakan. Makanya kalau perlu, pemerintah harus turun ke lapangan agar bisa melihat langsung mana jalan yang harus diprioritaskan. Persoalan lainnya juga banyak yang harus didahulukan juga seperti cagar alam, perikanan, pendidikan dan kesehatan,” katanya.
Lantas, Aspiana menyampaikan keluh-kesah sebagian masyarakat terkait Dinas Kesehatan dan rumah sakit yang selalu kekurangan obat-obat atau tidak tersedia di apotik rumah sakit. Akibatnya, warga harus membeli di luar.
Sekretaris Bappeda Muksin mengatakan, mengenai penanganan jalan pada tahun 2018 depan pemerintah akan membentuk satgas khusus yang tugasnya akan memperbaiki jalan darurat di kecamatan maupun provinsi.
“Dananya sudah kami anggarkan alam perubahan. Sedangkan mengenai cagar alam, kami mengajukan untuk 16 desa. Lantas perikanan akan dikoordinasikan secepat mungkin dan pendidikan masih akan dilihat perkembangannya,” jelasnya.
Mengenai visi-misi bupati yang akan mendahulukan anggaran di desa, namun belum dirasakan hingga sekarang, akibat  banyak proyek yang belum dilelang. “Kami akan semaksimal mungkin membahas hal tersebut dengan tim BPKAD dan SKPD yang bersangkutan,” tambah Muksin.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan mengatakan, hingga sekarang masih banyak masyarakat yang masih belum tahu tentang aturan mendapatkan obat-obatan. Berikut  masih banyak warga belum memiliki kartu BPJS.  (hmserm/*/ns/san/k9)