Friday, May 26, 2017

Paser Asuransikan 500 Ekor Ternak Sapi

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.com) Pemerintah Kabupaten Paser memberikan asuransi usaha kepada 500 ekor ternak sapi yang ada di daerah itu.
“Ada 500 ekor ternak sapi kita berikan asuransi tersebar di empat Kecamatan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Paser Boy Susanto di Tanah Grogot, Rabu.
Bantuan asuransi tersebut kata Boy diberikan kepada peternak yang ada di Kecamatan Long Kali, Long Ikis, Kuaro dan Kecamatan Batu Engau.
Bantuan asuransi usaha ternak itu lanjut ia merupakan program pemerintah pusat dengan nama Asuransi Usaha Ternak Sapi.
“Program itu dari Kementerian Pertanian melalui Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian,” kata Boy.
Model bantuan asuransi yang diberikan kata Boy yakni berupa bantuan pembayaran premi asuransi ternak seperti pembibitan dan pembiakan ternak.
Tujuan bantuan asuransi tersebut menurut ia untuk melindungi usaha dari kerugian yang diakibakan akibat kematian atau kehilangan ternak.
“Jika bantuan asuransi diberikan, peternak tetap bisa melanjutkan usahanya,” kata Boy.
Kriteria untuk penerima program bantuan asuransi itu yakni melakukkan usaha pembibitan dan pembiakan ternak sapi, memiliki sapi dalam kondisi sehat, berumur minimal satu tahun serta kondisi sapi yang masih produktif.
“Bantuan asuransi usaha ini diprioritaskan bagi peternak skala usaha kecil sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan,” kata Boy.
Adapun resiko yang dijamin dalam program bantuan asuransi tersebut yakni diperuntukkan bagi sapi mati karena beberapa faktor seperti penyakit, kecelakaan, beranak dan sapi hilang karena kecurian. (Jya)

Polres Beri Atensi Khusus

Bagi Pengendara Anak di Bawah Umur

PROKAL.COTANA PASER  -  Polres Paser memberi perhatian lebih terhadap pengendara anak di bawah umur. Pasalnya, berdasarkan data dari Operasi Patuh Mahakam 2017, terjadi pelanggaran sebanyak 546 pelanggar berdasarkan usia yakni 16-30 tahun. Jumlah itu jika dipersentasekan, maka pelanggaran terbesar berada pada usia 22-25 yaitu sebanyak 15 persen dan sebanyak 4 persen untuk usia di bawah 15 tahun.
“Dari data Operasi Patuh, kami (Polres Paser) memberikan perhatian khusus pada segmen anak-anak. Ini karena anak-anak yang menggunakan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, sangat rentan terjadinya lakalantas. Baik itu sebagai korban maupun sebagai penyebab terjadinya lakalantas,” ujar Kapolres Paser AKBP Dudy Iskandar didampingi Kasat Lantas AKP Hendro Wibowo, Rabu (24/5).
Ditegaskan Dudy, anak-anak dikatakan rentan terjadi lakalantas karena dimungkinkan dalam berkendara, khususnya mengendarai sepeda motor, bukan hanya soal bisa menjalankan. Melainkan, juga dibutuhkan kesiapan mental dan penguasaan diri yang baik untuk mampu mengendarai, sehingga akan terhindar dari kecelakaan lalu lintas.
“Dukungan dari berbagai pihak, khususnya orangtua, sangat dibutuhkan. Yakni, tidak memberikan akses berkendara motor di jalan raya bagi putra-putrinya yang belum bisa mendapatkan SIM. Ini agar dapat terhindar dari lakalantas,” imbau Kapolres.
Seperti diketahui, berdasarkan data rekam polres, dari 1.247 pelanggar yang dikenakan tilang itu, sebanyak 140 pengendara tidak menggunakan helm, 118 orang melanggar lampu merah, 4 pengendara kebut-kebutan di jalan raya, 23 pengendara melanggar rambu, 10 pengendara yang mengendarai kendaraan tidak laik jalan, 1 pengendara tidak menggunakan TNKB saat berkendara. Kemudian, sebanyak 913 pengendara tidak melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan dan surat izin mengemudi, 24 pengendara kendaraan roda empat tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan 8 pengendara kendaraan angkutan yang mengangkut muatan berlebih dan mengangkut orang di bak terbuka.  (ian/cal/k1)

Sukseskan Program Cetak Sawah 2.000 Hektare


PROKAL.COTANA PASER  -  Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltim mengamanatkan Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pengembangannya diarahkan ke sektor pertanian. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus menggeber upaya peningkatan hasil pertanian khususnya padi sawah. Hal itu dibuktikan dengan akan direalisasikannya pencetakan sawah baru di wilayah Kabupaten Paser. Bahkan, pencetakan sawah baru yang tersebar di 10 kecamatan ini, direalisasikan seluas 2.000 hektare pada tahun ini.
“Realisasi pencetakan sawah baru di Kabupaten Paser seluas 2.000 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kaltim, Ibrahim, Senin (22/5).
Ibrahim menambahkan, program Cetak Sawah Baru 2017 di wilayah Kaltim, direalisasikan pemerintah pusat seluas 4.000 hektare dan dibagi 2.000 hektare  untuk Provinsi Kaltara. Sementara, Kaltim kebagian 2.000 hektare yang meliputi wilayah Paser dan PPU.
“Yang jelas melalui program cetak sawah baru ini, Paser sangat beruntung. Karena, jatah Kabupaten PPU seluas 1.000 hektare tidak dapat dilakukan karena tidak tersedianya lahan, sehingga jatah PPU diberikan ke Paser karena tersedianya lahan untuk pencetakan sawah baru tersebut,” kata mantan penjabat bupati Paser ini.
Karena pekerjaan cetak sawah baru ini dilaksanakan dalam waktu segera melalui Zeni TNI-AD, Ibrahim meminta dukungan Pemkab Paser melalui Dinas Pertanian, khususnya menyangkut hal-hal izin daerah. Baik itu terkait izin lingkungan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun menyangkut tata ruang Kabupaten Paser melalui Bappeda.
“Adanya program pencetakan sawah baru yang direalisasikan Kementerian Pertanian dengan dukungan TNI ini, sangat kita harapkan kerja sama dengan Pemkab Paser melalui Dinas Pertanian dan masyarakat. Sehingga, program cetak sawah ini benar-benar bisa berjalan seperti yang diharapkan. Artinya, kendala-kendala di lapangan jangan sampai terjadi, sehingga program ini bisa berjalan sesuai yang direncanakan,” jelas Ibrahim.
Sementara itu, Wabup Mardikansyah mengaku sangat gembira mendengar program pencetakan sawah baru seluas 2.000 hektare yang dilakukan di Paser. Program ini akan segera dilaporkan ke bupati untuk segera digelar rapat khusus dengan pihak terkait untuk menyukseskan cetak sawah baru.
Melalui program ini, menurut Wabup, akan mampu meningkatkan produksi padi Kabupaten Paser yang turut mendukung pencapaian swasembada pangan nasional. Selain itu, pencetakan sawah baru di Kabupaten Paser masih bisa dilaksanakan. Pasalnya, luasan kawasan lahan tidur masih cukup luas untuk dikembangkan sebagai kawasan sawah.
Perwira Mabes TNI dari Zeni AD, Kolonel Inf Asrofi mengatakan, salah satu tugas TNI AD adalah pemberdayaan wilayah pertahanan di darat. Dalam konteks tersebut, maka TNI AD berkewajiban membangun ketahanan nasional yang tangguh, guna menghadapi berbagai ancaman yang salah satunya adalah ikut mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.
“Kami mohon izin dan dukungan Pak Wabup, pencetakan sawah baru yang menjadi program Pemerintah RI melalui Dinas Pertanian dipercayakan kepada TNI melalui Zeni TNI-AD. Saat ini, seluruh peralatan pendukung telah berada di Paser untuk melaksanakan pencetakan sawan baru,” ujar Asrofi.
Dalam pertemuan itu, juga hadir Dandim 0904/TNG Letkol Mulyadi, perwira Kodam VI Mulawarman, perwakilan Kementerian Pertanian RI, dan Kadis Pertanian Paser Boy Susanto. (*/apy/ian/cal/k1)

PTPN XIII Serahkan 279 Sertifikat Plasma

Petani Diharapkan Termotivasi Lunasi Kredit

PROKAL.COTANA PASER – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII (Tiga Belas) menyerahkan sertifikat plasma kepada 279 petani di Kabupaten Paser. Sertifikat tersebut diserahkan kepada petani yang telah melunasi pembayaran angsuran kredit dalam rangka percepatan sertifikasi kebun plasma binaan PTPN XIII Wilayah Kalimantan Timur bertempat di Pendopo Bupati Paser, Rabu (24/5).
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi, Dirjen Hubungan Hukum Keagrariaan Kementerian ATR/BPN Agus Widjayanto, Dirjen Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN Arie Yuriwin, Dirut PTPN XIII M Abdul Ghani, Direktur HCM Holding Seger Budiadjo, Jenderal Manajer PTPN XIII, unsur Muspida Kabupaten Paser, Instansi terkait, serta para petani plasma PTPN XIII.
Dalam Kesempatan tersebut Bupati Paser menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan-kebijakan PTPN yang selama ini diberikan kepada pemerintah terutama masyarakat Kabupaten Paser. Menurutnya PTPN XIII selama ini telah mengangkat derajat sosial dan perekonomian masyarakat, mengingat sebagian besar masyarakat Paser adalah petani kelapa sawit.
“Diharapkan bagi petani binaan dan penerima sertifikat dapat memanfaatkan lahan perkebunannya dengan sebaik-baiknya. Sehingga dapat berhasil guna mencukupi kebutuhan keluarga serta dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Paser,” ujar Yusriansyah.
Sementara itu, Dirut PTPN XIII M Abdul Ghani menjelaskan, pada tahun 2017 pihaknya bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN akan melakukan sertifikasi kebun plasma sebanyak 11.602 persil (sebidang tanah). Hal tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Nasional Sertifikasi 5 juta persil lahan untuk masyarakat.
“Untuk wilayah Kaltim sendiri akan diajukan sebanyak 2.276 persil, yang terdiri dari Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) dan Revitalisasi Perkebunan (Revitbun) sebanyak 1.874 persil serta Perkebunan Inti Rakyat (PIR) sebanyak 402 persil,” bebernya.
Dapat berjalan lancarnya proses Sertifikasi hingga penyerahan sertifikat tersebut, diungkapkan Ghani tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Yakni dukungan dari Kementerian ATR/BPN, Kepala BPN Provinsi Kaltim, Kepala BPN Kabupaten Paser, Kepala Holding PTPN dan tidak kalah pentingnya  adalah dukungan Pemerintah dalam hal ini Bupati Paser.
Terakhir, pihaknya berharap dengan adanya penyerahan sertifikat plasma kepada 279 petani ini dapat memberikan motivasi kepada petani binaan PTPN lainnya. Agar dapat segera melunasi kredit atas biaya pembangunan kebun plasma yang mereka kelola.
“Dengan melunasi kredit tersebut, petani akan menerima sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan lahan yang sah, dan dapat digunakan untuk kepentingan lain seperti persyaratan memperoleh bantuan replanting. Dengan begitu beban yang ditanggung petani akan terasa ringan, begitu juga dengan dana talangan yang ditanggung PTPN selama ini ,” tutup Ghani. (pms/*/ns/one/k18)

Bupati Minta Percepatan Realisasi Anggaran

PROKAL.COTANA PASER – Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi menginstruksikan kepada seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Paser agar lebih fokus dalam melaksanakan seluruh kegiatannya. Sehingga, tujuan pembangunan serta visi dan misi Kabupaten Paser dapat terwujud.
“Saya harapkan kepada instansi yang realisasi belanjanya masih rendah ada di triwulan kedua agar segera melakukan percepatan dalam penyerapan anggaran sesuai dengan DPA dan alur kas masing-masing,” ujarnya saat memimpin rapat evaluasi dan pengawasan realisasi keuangan anggaran tahun 2017, kemarin (24/5).
Selain itu, dia meminta agar instansi serius tiap mengikuti rapat evaluasi, sehingga bisa diketahui apa saja yang menjadi kendala dan permasalahan di lapangan, untuk kemudian dicari solusi dan jalan keluarnya secara bersama-sama.
“Ini kata Yusriansyah sebagai bentuk upaya mewujudkan tujuan pembangunan agar Paser kembali mampu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dia pun mengimbau kepada para pimpinan OPD agar dapat meningkatkan kinerja pegawainya.
“Kita harus memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal kepada masyarakat, serta menertibkan seluruh administrasi yang dibutuhkan bagi kelancaran pembangunan daerah,” tutupnya. (*/jib/tom)

CSR untuk Warga Desa Songka

PT Sims Jaya Kaltim Serahkan Gedung Serba Guna

PROKAL.COTANA PASER – Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar operasionalnya, PT Sims Jaya Kaltim menyerahkan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembangunan infrastruktur Gedung Serba Guna ke Desa Songka, Kecamatan Batu Sopang, kemarin (24/5).
Perusahan yang bergerak sebagai kontraktor di pertambangan ini membangun gedung mewah berukuran 9 x 20 meter persegi senilai Rp 1, 2 miliar, serta dilengkapi dengan tambahan Solar Cell berdaya 6.000 Watt Peak (WP) untuk sumber listriknya senilai Rp 500 juta.
Presiden Direktur (Presdir) PT Sims Jaya Kaltim, Park Sang Bong dalam sambutannya di hadapan perangkat desa, aparatur pemerintah dan warga setempat menyampaikan harapannya gedung tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal untuk warga. Selain itu bisa dijaga dan dirawat dengan baik.
“Nantinya gedung ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, tidak hanya pemerintah yang bisa menikmati, masyarakat pun juga boleh. Ini adalah satu dari sekian banyak wujud kepedulian kami kepada masyarakat,” kata Park Sang Bong.
Sementara itu, Camat Batu Sopang Firhansyah menuturkan gedung megah tersebut diharapkan bisa rutin digunakan warga maupun kantor desa setempat. Karena bila jarang digunakan, disayangkan dampaknya bisa tidak terurus dan rusak. Gedung tersebut menurutnya bisa saja dimanfaatkan desa untuk mendapatkan pendapatan desa, namun harus berdasarkan aturan hukum yang berlaku agar tidak terjadi pungutan liar.
“Semua boleh menggunakan gedung ini. Karena ini untuk masyarakat setempat. Dengan membaca bismillah, gedung ini resmi saya beri nama Gedung Serba Guna Sama Duwe atau Sama Kita,” terang Firhansyah. Camat berharap kontribusi PT Sims kepada warga Batu Sopang bisa terus ditingkatkan, terutama di luar infrastruktur, semisal peningkatan keterampilan atau sumber daya manusia.
Pjs Kepala Desa Songka, Supriadi mengaku gedung tersebut merupakan dambaan warga dan perangkat desa sejak lama. Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya mewakili warga Songka untuk PT Sims.
“Sudah sepantasnya kita menjaga dan memelihara gedung ini bersama. Semoga hubungan dan kerja sama kita bisa terus terjalin, terima kasih juga telah mendanai kegiatan ini,” pungkasnya. (pms/*/jib/one/k18)

Wednesday, May 24, 2017

Polres Paser Sosialisasi Aplikasi Amplang

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.com) Kepolisian Resort Paser mensosialisasikan aplikasi yang dinamai  Aplikasi Media Pelayanan Langsung (Amplang), untuk mempermudah memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah itu.
“Aplikasi ini namanya Amplang, bisa didownload di Playstore,” kata Kepala Bagian Operasional Polres Paser Kompol Herbin Sianipar, Selasa.
Sosialisasi Amplang kata Herbin secara bersamaan dengan kegiatan video conference bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Safarudin.
“Video conference oleh Kapolda Kaltim bersama Polres dan Polresta di Kaltim. Kami juga turut mengundang perwakilan pemerintah, bank, mahasiswa Dan pelajar,” kata Herbin.
Aplikasi pelayanan tersebut kata Herbin bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan cepat dan tepat dari Polisi.
Dalam kondisi mendesak lanjut Herbin, masyarakat bisa menggunakan aplikasi tersebut dengan menekan tombol panic button.
“Tidak hanya mengandalkan Panic Button, aplikasi tersebut dapat melayani masyarakat untu melakukan berbagai macam permohonan tanpa perlu mengantri di Kantor Polisi,” kata Herbin.
Masyarakat kata Herbin juga dapat mengirimkan aduannya disertai foto dokumentasi serta penjelasan tanpa perlu datang ke kantor polisi terdekat.
“Selain itu juga bisa mengurus surat kehilangan, SKCK, perpanjangan SIM, serta perijinan lainnya dapat dilakukan melalui aplikasi tersebut,”
Polres Paser kata Herbin akan terus melakukan sosialisasi tentang penggunaan Amplang tersebut kepada masyarakat luas khusunya diwilayah Kabupaten Paser.
“Kita akan terus sosialisasi ke masyarakat. Karena masih banyak dari masyarakat yang belum tahu aplikasi ini,” kata Herbin.(Jya)