Sunday, March 18, 2018
TNI Himbau Jaga Kebersihan Lingkungan Batu Sopang
Tana Paser (GERBANGKALTIM.com) Jajaran Koramil Batu Sopang bersama lintas sektor kecamatan baik dari pemerintah dan perusahaan pada Jum’at (16/) pagi membersihkan jalan di sepanjang jalur dua Batu Kajang.
Camat, beberapa anggota Polsek, Kepala Desa, dan organisasi masyarakat (ormas) setempat turut berpartisipasi dalam bakti sosial tersebut.
“Kegiatan ini digagas untuk dapat menumbuhkan kesadaran semua elemen masyarakat baik instasi pemerintah, pihak swasta, ormas dan masyarakat luas agar semuanya bisa peduli terhadap kebersihan lingkungan di wilayah kecamatan Batu Sopang,” kata Danramil Batu Sopang Kapten Sukatmo.
Sukatmo mengatakan, dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kecamatan Batu Kajang diperlukan partisipasi masyarakat dan kerjasama berbagai pihak.
“Dengan kebersamaan yang baik, cita cita membuat Batu Sopang Bersih dan asri pasti bisa diraihnya. Cepat atau lambat tergantung kesungguhan masyarakat Batu Sopang yang menjalankannya,” kata Sukatmo.
Pada bulan berikutnya kata Sukatmo keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih lingkjngan Batu Kajang perlu ditumbuhkan lebih giat lagi.
“Bulan depan masyarakat harus sering dilibatkan membersihkan lingkungan dan ada beberapa kendala yang perlu dibenahi secara bertahap oleh Forum Batu Sopang,”kata Sukatmo.
Selama kurang lebih 3 jam para peserta kegiatan membersihkan sampah di sepanjang jalan dua jalur. Peserta dibagi dalam 4 kelompok.
“Berkat kerjasama yang baik kegiatan bersih-bersih berjalan aman dan lancar,” pungkas Sukatmo.(Jya)
Kongkow Happy Seputar Lalu Lintas, Polres Paser Rubah Konsep Razia Dari Stasioner Ke Hunting
SOROT – Koppy Panas, kongkow happy seputar lalu lintas, itulah tema kegiatan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Paser dalam memberikan sosialisasi terhadap keselamatan berlalu lintas. Kegiatannya santai namun banyak ilmu dan pengalaman yang bisa dipetik.
Lewat sosialisasi keselamatan berlalu lintas, Kasat Lantas Polres Paser AKP Syarifah Nurul Huda, S.I.K bersama anggotanya banyak memberikan pengetahuan tentang tatacara berlalu lintas yang benar, dengan tujuan untuk keselamatan di jalan dan tertib berlalu lintas.
Seperti yang dilakukan di Gentung Temiang Kilometer 5 jalan Kusuma Bangsa Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim, Jumat (16/3/18) malam, dihadiri puluhan orang dari tiga komunitas otomotif yakni, Agya Ayla Community Indonesia Chapter Paser, Honda Jazz Paser community dan Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) Paser.
Pada kesempatan itu, diawal sosialisasi, Kasat Lantas menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya angka meninggal dunia di Paser karena kecelakaan lalu lintas (laka lantas), berdasarkan data tahun 2016 sebanyak 56 orang, 2017 52 orang, dan 2018 sampai 16 Maret sudah 7 orang meninggal dunia, semuanya rata-rata usia produktif.
Menurut Nurul, ada empat paktor kecelakaan, yakni karena manusia, alam/cuaca, mesin/kendaraan dan jalan. Tapi untuk laka lantas di Pasar didominasi faktor manusia karena melakukan pelanggaran lalu lintas. Dan untuk korban meninggal dunia akibat laka lantas, Paser menduduki peringkat satu se Kaltim Kaltara 2017 lalu.
“Kita peringkat satu korban meninggal, makanya selama satu minggu melaksanakan operasi keselamatan kita sudah memberikan 900 surat teguran dan hampir 200 E-tilang. Operasi keselamatan itu fokusnya adalah terhadap tujuh pelanggan yang berpotensi laka lantas,” kata Nurul.
Berdasarkan evakuasi PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia WHO kata Nurul, ketujuh pelanggaran yang berpotensi terhadap laka lantas itu adalah disaat berkendara mabuk, main handphone, tidak pakai helm, tidak pakai sabuk, ngebut-ngebutan, melawan arus dan dibawah umur.
“Oleh karena itu sekarang kita merubah konsep, kalau dulu razia penegakan hukum secara stasioner, artinya kita ditempat nanti kendaraan masuk kesuatu tempat lalu ditanya surat kelengkapan, tapi kalau sekarang dengan cara hunting, kita patroli keliling, kalau ditemukan pelanggaran langsung ditilang atau kasi teguran,” ucapnya.
Untuk menekan angka pelanggan berlalu lintas, pihak Satlantas Polres Paser juga membidik perkumpulan ibu-ibu untuk dilakukan sosialisasi. Nurul juga berharap kepada komunitas agar ikut menyuarakan tentang keselamatan berlalu lintas, karena ini bukan hanya masalah di Paser tapi juga nasional dan global.
“Saya mau sosialisasi perkumpulan ibu-ibu karena peran seorang ibu disini sangat besar untuk mendidik anak, karena banyak kita temui di jalan ibunya pakai helm anaknya gak pake, berarti tidak sayang dengan anaknya, siapa yang berkewajiban menyuarakan ini? Ya kita semua,” terangnya.
Dari Unit Laka lantas Iptu H. Kamin juga menambahkan, Untuk kejadian laka lantas dalam Kota Tanah Grogot biasanya yang sering terjadi pada saat berbelok dan di persimpangan. Ada dua persimpangan yang sering terjadi laka lantas, yakni di simpang empat jalan Kartini, Ahmad Yani dan persimpangan Bina Islam.
“Di persimpangan biasanya tidak ada yang mau mengalah, dan yang sering terjadi laka di persimpangan Bina Islam dan Paser Bekerai, makanya pada saat berbelok jangan lupa reting, karena hampir semua kecelakaan dalam kota pada saat berbelok. Kalau sebelumnya di persimpangan Modang tapi sekarang Alhamdulillah sudah ada traffic light,” kata Kamin.
Sementara menurut Ketua TKCI Paser Dody Ismanu yang turut hadir dalam acara Koppy Panas, kongkow happy seputar lalu lintas itu mengatakan, sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas yang dilakukan Satlantas Polres Paser adalah kegiatan yang sangat positif.
“Kegiatan ini positif sekali karena kita bisa menularkan keselamatan berlalu lintas kepada orang-orang terdekat kita, seperti saudara kita di rumah, keluarga, tetangga dan kerabat. Dan tentunya keselamatan berlalu lintas dimulai dari diri kita sendiri untuk memberi contoh yang baik di jalan,” kata Dody.
Dody berharap, agar komunitas otomotif di Paser juga mendapat pemahaman tentang safety riding dengan harapan bisa menekan angka kecelakaan para pengendara, dan menjadi pelopor tertib berlalu lintas di lingkungan komunitas masing-masing. (rsd)
Subscribe to:
Posts (Atom)






