Wednesday, January 24, 2018

Nikah Tertunda, Duda Akhiri Hidup


PROKAL.COTANA PASER  -  Frustasi karena masalah ekonomi dan tertundanya keinginan menikah, membuat seorang duda bernama Yadiman (43) nekat mengakhiri hidup dengan meminum racun rumput herbisida (noxon) di rumah kontrakannya di RT 3, Simpang Pait, Long Ikis. Yadiman batal menikah karena persyaratan administrasi belum rampung, sementara jadwal pernikahan sudah ditentukan waktunya. Korban sempat dibawa ke Klinik Rizkia Medika, kemudian dirujuk ke RSUD Panglima Sebaya.
Rekan sekampung korban dari Tulungagung, Jawa Timur, Bahrudin menuturkan bahwa keluarga Yadiman di kampung sudah dihubungi. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada teman-temannya di Long Ikis untuk mengurus keperluan pemakaman. Jenazah Yadiman dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Pait, Selasa (23/1).
Penemuan itu berawal dari Bahrudin yang curiga karena korban tak kunjung keluar, meski pintu kamar yang terkunci sudah diketuk berulang kali. Dipanggil pun tak ada jawaban. Dililit rasa khawatir, Bahrudin pun melaporkan ke aparat keamanan dan bersama-sama mendobrak pintu rumah kontrakan korban.
“Almarhum ditemukan tidak bernyawa sekira pukul 07.30 Wita hari ini (kemarin 23/1, Red). Sebelumnya punya niat untuk bunuh diri, tapi sempat diurungkan. Akhirnya nekat bunuh diri dengan meminum racun rumput. Almarhum juga sempat menulis surat wasiat untuk teman-teman seperantauan. Barang bukti surat, gelas, dan sisa cairan racun rumput itu, kini diamankan di Polsek Long Ikis,” kata Bahrudin.
Terpisah, Kapolsek Long Ikis AKP Jumali saat dikonfirmasi masih melakukan pendalaman dan olah TKP, guna memastikan penyebab kematian Yadiman. “Tindakan nekat minum racun dilakukan korban diduga karena frustasi, akibat masalah ekonomi dan rencana melaksanakan pernikahan yang sudah ditentukan hari dan tanggal, namun semua persyaratan administrasi belum selesai dan masih dalam pengurusan,” ujar Jumali. (ian/cal/k1)

Tuesday, January 23, 2018

Coffee Morning, Diskominfo Undang Media



TANA PASER - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Paser mengundang pewarta dari sejumlah media dalam acara coffee morning, Selasa (23/1) pagi tadi.
Kabid Informasi Dokumentasi Diskominfo Paser, Najaluddin mengatakan coffee morning itu bertujuan agar hubungan media dengan Pemkab Paser khususnya Diskominfo semakin terjalin dengan baik.
"Diharapkan jalinan komunikasi antara Kominfo dan para awak media bisa semakin baik lagi," katanya.
Kasi Kemitraan dan Komunikasi Diskominfo Paser, Nelson Pasaribu berkata kegiatan ini  merupakan perkenalan antara Kominfo dengan pihak media. 
"Agar ke depannya bisa menjadi mitra dalam meyebarluaskan informasi pembangunan dan perkembangan se-Kabupaten Paser," demikian Nelson Pasaribu.

Rumah Adat Paser Jadi Kuta Manukriu


TANA PASER-Pembangunan rumah adat Paser yang sempat dihentikan sementara kini sudah dilanjutkan. Namun, bukan sebagai rumah adat Paser melainkan sebagai Kuta Manukriu yang berarti rumah besar.
Dalam pembahasan soal ini, DPRD Paser mengundang sejumlah Ormas di Paser di antaranya Lembaga Adat Paser (LAP), Laskar Pertahanan Adat Paser (LPAP), Paser Bekerai, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Paser, Sekretariat Kabupaten Paser, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Paser, dan Asisten Ekonomi Setda Paser.
Pertemuan  membahas tentang kelanjutan pembangunan Rumah Adat Paser yang selama ini dinilai tidak sesuai dengan ketentuan adat setempat. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Paser H Kaharuddin.
Ketua LAP Sudirman menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan dalam pembangun rumah adat tersebut. 
“Alhamdulillah, pemerintah berkenan membantu masyarakat Paser untuk membuat rumah adat Paser ini, walau disadari bahwa pembangunan rumah adat ini tidak semulus yang diinginkan bersama, tetapi ini merupakan pekerjaan dari hasil yang susah payah,” tukasnya.
Sudirman juga menegaskan agar pembangunan rumah adat Paser harus dilanjutkan. 
“Tidak ada alasan lagi untuk memberhentikan pembangunan rumah adat tersebut. Pembangunan tersebut harus tetap dilanjutkan dan dijaga bersama,” tukas Sudirman.
Ketua DPRD Paser Kaharudin dalam membuka rapat tersebut menyampaikan harapannya agar rapat ini bisa menghasilkan suatu keputusan yang bisa segera dilaksanakan. 
“Jika pada hari ini bisa mengambil satu keputusan, maka akan langsung ditindaklanjuti dan secepatnya akan dimulai pengerjaannya,” imbuh Kahar.
Kontraktor pelaksana pembangunan rumah adat, Saiful, mengatakan, pembangunan rumah adat ini sudah mengalami empat kali perubahan gambar sejak masih dalam proses pengusulan. 
“Sejak awal sudah empat kali melakukan perubahan gambar dikarenakan saat dikonsultasikan tidak sesuai dengan ketentuan adat,” terang dia.
Setelah melalui diskusi yang panjang akhirnya dapat diputuskan bahwa pembangunan rumah adat tersebut dilanjutkan menjadi Kuta Manukriu. Konstruksi agar tetap menggunakan ornamen yang berbahan Alam.
Di akhir rapat, Kaharuddin mengajak semua pihak untuk bersama – sama menjaga serta membangun identitas budaya Kabupaten Paser. (dc1217)

Monday, January 22, 2018

Tali Asih Buat Guru, Rasul: Reuni Lancar Dan Sukses

SOROT – Tali asih berupa bingkisan barang dan uang tunai mewarnai Reuni Akbar ke-2 SMAN 1 Tanah Grogot, Sabtu (20/1/18) di Gedung Awa Mangkuruku, Jalan Jenderal Sudirman Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim.
“Para guru yang pernah mengajar dulu kami undang dan ternyata tiap alumni mengapresiasinya, dengan memberi paket barang dan uang tunai untuk guru dijaman mereka sekolah” ujar Abdul Rasul alumni 1981 sekaligus Ketua Panpel Reuni.
Reuni yang dilaksanakan di hari pertama itu kata Rasul, memang bertujuan mengenang kembali masa belajar mengajar. Peserta reuni menampilkan pentas seni dengan lagu dan puisi. “Acara hari pertama ditutup dengan pemberian tali asih dan foto bersama,” ucapnya.
Menurut Rasul, peserta reuni yang mendaftar 600 orang, namun menjelang acara angka itu terus bertambah. Mereka sebagian datang dari luar daerah seperti, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalsel, dan Kaltim.
“Lebih banyak memang dari daerah se-Kaltim. Ada juga peserta yang datang dari Lampung dan sudah meninggalkan Tana Paser 22 tahun yang lalu,” terang Rasul.
Keseruan reuni terjadi pada perhelatan hari ke dua di area sekolah SMAN 1 Tanah Grogot, Minggu (21/1), usai senam pagi dan jalan santai, kemudian dilaksanakan lomba tarik tambang, sepakbola wanita dan donor darah.
Sesi tarik tambang nampaknya yang paling seru. “Gimana tidak seru, peserta yang harusnya terdiri dari 10 orang begitu lomba dimulai, teman seangkatan saling ikut narik tambang sehingga tarik tambang terjadi antar angkatan,” cerita Umar panitia lomba.
Reuni di hari kedua lanjut Rasul, juga dibagikan sejumlah doorprize dan hadiah lomba. Oleh karena itu kepada segenap pendukung acara tersebut diucapkan terimakasih.
“Alhamdulillah acara reuni berjalan lancar aman dan sukses, kami berterimakasih kepada segenap pendukung acara, terutama alumni yang sudah datang dari jauh, selamat jalan, selamat bertemu lagi dengan keluarga masing di daerah,” pungkas Rasul. (*)

Sebanyak 625 Petugas PPDP Disebar


Truk Hampir Nyemplung Parit, Sopir Belum Biasa Lewat Jalan Mulus


TANA PASER - Ada kejadian unik di Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Minggu (21/1).
Jalan yang bertahun-tahun rusak kini sudah diperbaiki. Masyarakat di desa itu pun gembira. Saking senangnya, seorang sopir dump truk nyaris celaka. Kok bisa?
Ternyata kondisi jalan yang dulunya rusak membuat pengendara mengemudi dengan pelan.
Nah, begitu diperbaiki, jalan itu menjadi mulus. Warga bisa berkendara dengan kecepatan tinggi. Tapi, risiko kecelakaan tentu semakin besar.
Seperti yang dialami Kisul, sopir dump truk angkutan sawit. Truk yang dikemudikannya nyaris masuk parit.
"Lagi asyik  nyetir kok mata saya terasa ngantuk, terus gak lama truk saya oleng dan hampir nyemplung ke parit," aku Kisul.
Kisul mengakui waktu jalan itu masih rusak tak ada satupun pengendara yang mengalami kecekaan seperti yang dialaminya kini.
“Dulu waktu jalan masih belum sebagus ini gak pernah nyemplung ke parit. Sekarang saya terlena karena jalannya sudah lumayan bagus jadi gampang ngantuk,"  imbuh kisul.
Kepala Desa Sebakung, Bakransyah mengatakan jalan di desa itu mulai diperbaiki akhir tahun lalu. “Sekarang progresnya sudah 30 persen," ungkap Bakransyah.
Bakransyah berterima kasih kepada Pemkab Paser yang telah memperbaiki jalan di desanya.

Masyarakat Adat Paser dan Pemuda Berkumpul di DPRD, Ada Apa?

Masyarakat berkumpul di depan gedung DPRD Paser (Foto : Dwi Cahyo/korankaltim.com)


TANA PASER - Sejumlah pengurus Lembaga Adat Paser (LAP), Laskar Pertahanan Adat Paser (LPAP), dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Paser, berkumpul di DPRD Paser, Senin (22/1) pagi ini.
Mereka datang memenuhi undangan DPRD terkait rumah adat, yang pembangunannya dihentikan sementara setelah mendapat protes dari masyarakat adat Paser karena dinilai tidak sesuai ketentuan adat di daerah itu.
Ketua LPAP Ismahyudi juga berharap pertemuan itu melahirkan keputusan yang bisa dijalankan bersama. 
"Apapun keputusan yang dihasilkan dalam rapat nanti itu akan diakomodir dan dilaksanakan,” katanya.