Wednesday, December 27, 2017

Bupati Luncurkan 7 Program Berbasis Online

Terbaru Layanan Kartu Identitas Anak,8 Website Kecamatan














TANA PASER- Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi resmi meluncurkan 7 program berbasis online. Peluncuran tersebut dilakukan Bupati bersama Wakil Bupati HM Mardikansyah, Ketua DPRD HM Mardikansyah serta Setda Paser AS Fathur Rahman saat membuka secara resmi pameran pembangunan dan exspo 2017 dalam rangka memerahkan hari jadi ke-58 Kabupaten Paser, Selasa (26/12).
            Program-progarm berbasis online yang diluncurkan yakni pelayanan perizinan terpadu online oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, pelayanan Kartu Identitas Anak online oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan pelayanan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan atau SIRUP oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Sekretariat Daerah Paser.
Selanjutnya adalah layanan website untuk seluruh kecamatan yang terdiri kecamatan tanah grogot,Kuaro,Batu Engau,Batu Sopang,Tanjung Harapan,Long Ikis,Long Kali,Pasir Belengkong sehingga masyarakat dapat update berita dan perkembangan serta layanan di kecamatan, aplikasi miepaser, meningkatkan pelayanan pada masyarakat, dan aplikasi pengaduan masyarakat dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.
Yang menarik dari 7 layanan online ini, pelaksanaan penertiban Kartu Identitas Anak adalah program  baru di Dinas Kependudukanb dan Pencatatan Sipil sebagai  dalam bentuk pemenuhan kewajiban negara bagi kepemilikan dokumen identitas masyarakat yang berusia dibawah 17 tahun sebagai wujud kehadiran negara bagi menjamin dan menjaga agar anak – anak terlindungi dan mendapatkan hak – hak mereka.
Dengan keberadaan kartu identitas diri ini, diharapkan kedepannya anak – anak daerah mendapatkan kemudahan terutama bagi akses pelayanan publik secara mandiri dan dapat memenuhi kebutuhan secara lebih cepat, murah dan berkeadilan baik dalam hak mendapatkan pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang prima serta berbagai pelayanan sosial lainnya.
Selain penerapan kartu identitas anak ini merupakan sebuah prestasi yang diraih dalam upaya mewujudkan pelayanan administasi kependudukan sebagaimana tertuang dalam peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 2 tahun 2016 , tentang Kartu Identitas Anak dan keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 471 – 13 – 112 Disduk Capil tahun 2017 tentang Penetapan Kabupaten/Kota sebagaimana pelaksanaan penertiban kartu identitas anak.
Layanan  yang juga disebut  program inovasi pelayanan (3 in 1) dengan mengurus permohonan mendapatkan 3 dokumen kependudukan sekaligus yaitu akta kelahiran, kartu keluarga dan kartu identitas anak (KIA) dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan didalam tertib administrasi kependudukan terutama kesiapan pelaksanaan Kartu Identiras Anak (KIA).
            Dengan dilucurkannya aplikasi tersebut, Bupati Yusriansyah memberikan apresiasi kepada sejumlah perangkat organisasi daerah yang telah sukses dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dan berharap dengan adanya terobosan ini diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin maju.  (har-/humas)

Bupati Buka Pameran Pembangunan dan Expo 2017





TANA PASER- Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi secara resmi membuka pameran pembangunan dan expo 2017 dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-58 Kabupaten Paser yang dipusatkan di lapangan Gentung Temiang KM 5 Komplek Perkantoran, Selasa (26/12).
Pameran dan expo yang dijadwalkan selama sepekan hingga 31 Desember tersebut, menampilkan stand milik seluruh Perangkat Daerah serta berbagai unsur seperti Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Paser, ditandai pelepasan balon oleh Bupati Yusriansyah bersama Wakil Bupati HM Mardikansyah, ketua DPRD H Kaharuddin, perwakilan Forkopinda serta Sekda Paser AS Fathur Rahman.
Pameran dan expo yang digelar rutin setiap tahun dalam memeriahkan hari jadi Kabupaten Paser yang diperingati 29 Desember untuk tahun ini mengambil tema “Kabupaten Paser Taka, Taka Nengkuat Sama-sama” atau Kabupaten Paser Kita, Kita Bangun Bersama.
Khusus stand milik pemerintah dan TP PKK serta DWP menampilkan barbagai jenis potensi alam daerah serta program dan hasil kinerja pemerintah. Di arena pameran ini juga, setiap malam digelar hiburan rakyat
Yang menarik, saat akan membuka pameran pembangunan dan expo yang diikuti ratusan pelaku usaha dalam daerah dan luar daerah, bupati dan wabup diajak menari ronggeng Paser . Selain itu bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan alat pertanian dan perikanan.
Bupati Yusriansyah dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Paser memiliki sumber daya alam, budaya serta sumber daya manusia yang selalu ingin melakukan perubahan lebih baik sebagai mana moto Olo Manin Aso Buen Siolondo, dan guna mendukung program pemerintah menuju terwujudnya Kabupaten Paser yang maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan.
Untuk itu menurut Yusriansyah, guna mempercepat perkembangan pembangunan pada berbagai aspek dan bidang kehidupan, tentunya memerlukan peran dari teknologi informasi dan komunikasi seperti internet, radio, telekomunikasi, media pertunjukan, pameran dan lain sebagainya dalam upaya penyebaran informasi kepada masyarakat luas.
“Salah satu upaya Pemerintah dalam menyebarkan dan menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat adalah melalui kegiatan pameran pembangunan dan expo ini. Even seperti ini merupakan salah satu ajang promosi potensi alam, pembangunan, budaya, ekonomi kreatif dan potensi ekonomi lainnya di Kabupaten Paser, dalam rangka membangkitkan gairah seni, budaya dan dunia usaha,” kata Bupati.
            Dari pameran dan expo ini lanjut Bupati, masyarakat dapat mengetahui dan menilai kinerja Pembangunan dan ekonomi saat ini dengan harapan dapat meningkatkan partisipasinya dalam menyukseskan Pembangunan di Kabupaten ini pada tahun-tahun ke depan.
            “Di samping itu, pameran ini juga dapat menjadi sarana silaturahmi, hiburan dan rekreasi bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Paser. Bagi para pelaku bisnis even ini dapat memberikan dampak positif untuk memperkenalkan produk dan menjual produknya sehingga memberikan pengaruh terhadap ekonomi masyarakat dengan harapan ekonomi masyarakat akan memiliki landasan yang lebih kuat dengan mengembangkan sumber daya lokal, hal ini sesuai dengan misi kita memperkuat pondasi perrekonomian yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan,” sebut Yusriansyah. (har-/humas)
 

Bank Sampah Muhabbah Dapat Mesin Pres dari PLN


PANTAU PENGAMANAN

PROKAL.CO, Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra memantau pelaksanaan ibadah Natal di  sejumlah gereja yang ada di Kecamatan Tanah Grogot. Di samping mengecek personelnya yang melakukan pengamanan di rumah ibadah, Kapolres juga menyempatkan diri mengecek sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan.

Atlet Petanque Lolos ke Porprov

LOLOS PORPROV: Kontingen petanque Paser saat berlaga di Kejurprov sekaligus Pra-Porprov di Global Sport Balikpapan pada 20-23 Desember lalu.


PROKAL.COTANA PASER  -  Satu lagi cabang olahraga di Kabupaten Paser memastikan diri tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kalimantan Timur yang akan berlangsung di Kutai Timur, 2018 mendatang. Itu setelah dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Prakualifikasi Porprov (Pra-Porprov) berhasil menduduki posisi tiga besar dalam perolehan medali. Meski tergolong olahraga baru, namun atlet Paser sudah cukup menguasai olahraga yang satu ini.
Tim petanque Paser  yang terdiri dari Luthfi Widyas, Hernando Saputra, Muhammad Afif Ma’ruf, Khalifatul Azka, Irheka Meifiana, Darna Ellina Handayani, Muhammad Maulidan, dan Nurullail Fitratunnida berhasil meraih peringkat tiga besar sekaligus meraih tiket tampil di Porprov VI/2018 mendatang.
“Kami atas nama pengurus cabang olahraga petanque mengucapkan terima kasih kepada KONI Paser yang telah memberikan support-nya kepada kontingen petanque Paser. Raihan medali merupakan prestasi maksimal yang diraih kontingen petanque untuk Kabupaten Paser,” ujar Dhea Libriana Tamara Putri, manajer tim sekaligus sekretaris Pengcab Persatuan Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Paser.
Ditanya seputar olahraga petanque, Dhea menjelaskan, olahraga ini dimainkan oleh dua, empat, atau enam orang dalam dua tim. Pemain juga dapat bersaing sebagai individu dan bermain santai. Di tunggal dan ganda permainan, setiap pemain memiliki tiga boule (bola metal). Sebuah koin dilempar untuk menentukan sisi mana pemain bermain terlebih dahulu. Tim mulai menarik lingkaran di tanah yang berdiameter 35-50 cm. Semua pemain harus melempar boule mereka dari dalam lingkaran ini, dengan kedua kaki yang tersisa di tanah. Pemain pertama melempar jack (bola kayu kecil) 6-10 meter, setidaknya satu meter dari perbatasan pemain yang melemparkan jack, kemudian melemparkan boule pertama mereka. Seorang pemain dari tim lawan kemudian membuat lemparan. Bermain terus, dengan tim yang tidak dekat ke jack harus terus melemparkan sampai boule mereka lebih dekat ke jack dari lawan atau kehabisan boule.
Jika boule terdekat dari setiap tim adalah jarak yang sama dari jack, maka tim yang memainkan terakhir lagi. Jika boule masih berjarak sama, maka tim bermain bergantian sampai perubahan posisi. Jika boule masih berjarak sama pada akhir pertandingan, maka tidak ada poin yang dicetak oleh tim. Permainan berlanjut dengan pemain dari tim yang memenangkan akhir sebelumnya menggambar lingkaran baru di sekitar di mana jack selesai dan melemparkan jack untuk akhir yang baru.
Permainan berakhir, titik dapat mencetak gol ketika kedua tim tidak memiliki boule lebih atau ketika jack tersingkir dari bermain. Tim yang menang menerima satu poin untuk setiap boule yang telah lebih dekat ke jack dari boule terbaik ditempatkan oposisi. Jika jack terlempar dari arena permainan, tidak ada skor tim kecuali hanya satu tim telah boule kiri untuk memutar. Dalam hal ini, tim dengan boule menerima satu poin, mereka harus bermain. Tim pemenang adalah yang pertama yang mencapai 13 poin kemenangan.
Di bagian lain, Ketua Umum KONI Paser Toto Sumardiono mengapresiasi prestasi yang diraih tim petanque Paser. Dengan demikian, berarti sudah 29 cabang olahraga yang memastikan diri tampil di Porprov 2018. Dan seluruh atlet dari masing-masing cabor yang lolos ke Porprov akan mengikuti pemusatan latihan untuk mempersiapkan diri tampil di Porprov. (ian/cal/k1)

Natal Bersama Ikatan Keluarga Toraja

PROKAL.COTANA PASER – Warga keturunan Toraja, Sulawesi Selatan, di Kabupaten Paser jumlahnya cukup banyak. Didominasi umat yang memeluk Nasrani, perayaan Natal 2017 begitu spesial bagi Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Tanah Grogot.
Pasalnya, sejak terbentuk 10 Agustus 2016 lalu, paguyuban itu semakin erat dalam berbagai perayaan, mulai Natal, Lebaran, bahkan momen 17 Agustus dirayakan dengan ikut pawai. Tercatat, ada 134 kepala keluarga (KK) dan sekitar 357 jiwa bergabung, belum termasuk anak-anak.
Saat ditemui Kaltim Post di rumah perkumpulan IKT di Jalan Pangeran Menteri, Gang Solata, RT 17, RW 04, Kelurahan Tanah Grogot. Puluhan anggota tampak bahagia berkumpul setelah menunaikan ibadah di gereja masing-masing. Mereka tercampur, ada yang memeluk Protestan dan Katolik. Ada pula muslim meski jumlahnya minoritas.
“Biasanya kalau Lebaran, anggota muslim menjadi tuan rumah. Kami tidak memandang agama, asalkan berasal dari Toraja, kami sambut dengan tangan terbuka menjadi anggota. Bahkan, hari ini para tamu tidak hanya anggota, sebagian yang bukan non-anggota dan beragama muslim, banyak yang hadir sebagai wujud silaturahmi dan persatuan,” ujar Ketua IKT Tanah Grogot Antoni Rambulangi, kemarin (25/12).
Bahkan, kala koran ini datang dan tahu seorang muslim, anggota IKT menawarkan menu khusus, dijamin tidak tercampur menu khas Nasrani. Seperti babi atau lainnya yang dilarang disantap muslim. “Silakan pesan bakso atau mie,” kata Humas IKT Tanah Grogot Andreas Sanda sembari mengarahkan ke penjual mi ayam yang memang diborong satu gerobak.
Meski baru terbentuk setahun terakhir, Anton menjelaskan bahwa IKT Tanah Grogot dibentuk khusus warga Toraja yang berdomisili di ibu kota Paser. Sedangkan yang berada di luar kecamatan, membentuk paguyuban serupa dengan nama berbeda. Puncak perayaan Natal IKT Tanah Grogot dilaksanakan 27 Desember di Gedung Awamangkuruku.
Nantinya, selain para anggota IKT Tanah Grogot, Paguyuban Keluarga Toraja di Paser akan hadir. Mengundang seluruh paguyuban di Paser, Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) tiap agama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), tokoh masyarakat, dan organisasi lainnya.
Anton berharap, momen Natal kali ini, semua perbedaan suku, ras, maupun agama tidak menjadi penghalang terciptanya kehidupan yang rukun dan damai di Paser. Dari yang dia tahu, warga Toraja sudah bermukim di Bumi Daya Taka sejak 1959. Sampai saat ini selalu rukun berdampingan dengan suku lainnya di Paser. (/jib/waz/k9)

Tuesday, December 26, 2017

Paser Berselawat

Ribuan Jamaah Hadiri Maulid dan Haul Pangeran Syarif Hamid

MENCARI BERKAH: Ribuan jamaah menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah dan Haul Pangeran Syarif Hamid ke-143, di Kecamatan Paser Belengkong, berlangsung khusyuk kemarin (24/12) pagi. (NAJIB/KP)


PROKAL.COTANA PASER – Menjelang pagi selepas bada subuh, ratusan jamaah mulai memenuhi kompleks Pemakaman Pangeran Syarif Hamid Bin Ahmad Bin Hamid Assegaf di Jalan Pabencengan, Kecamatan Paser Belengkong, atau tidak jauh dari Museum Sadurengas.
Puncaknya pukul 08.00 Wita, radius 1 kilometer (km) dari makam, jalan sudah dipenuhi kendaraan jamaah yang parkir. Tidak lain untuk menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah dan Haul untuk Pangeran Syarif Hamid ke-143. Tidak hanya warga Paser, jamaah dari berbagai daerah pun turut hadir. Termasuk jamaah Kalimantan Selatan yang mayoritas terlihat.
Selain itu, kehadiran para habib, yakni Habib Saggaf Assegaf dari Jakarta, Habib Alwi Assegaf dari Kalimantan Barat, Habib Alidin bin Hasan Assegaf dari Palembang, KH Saifudin Pimpinan Pondok Pesantren Al Irsyad Samboja, Habib Andi Zainal Abidin Al Idrus dari Balikpapan, Habib Ismail Balgais dari Kalimantan Tengah, dan Habib Ali Khaidar Alkaf, KH Asmuni (Guru Dana), Habib Umar Balgais dari Barito Kuala, Habib Andi Feros dari Batu Licin, Kalsel menambah kekhidmatan acara. Termasuk kehadiran Kapolres Paser AKPB Roy Satya Putra, dan Wakil Ketua DPRD Kaltim Andi Faisal Assegaf.
Setelah pembacaan selawat dan lantunan ayat suci Alquran. Habib Alidin bin Hasan Assegaf membuka acara dengan menceritakan sejarah Pangeran Syarif Hamid Assegaf. Dia berharap, amaah mengambil pelajaran tentang pangeran yang merupakan sosok pendakwah luar biasa di zamannya. Meski dilimpahi kekayaan, wajah tampan, berilmu, namun beliau tidak tergiur dunia. Justru di saat ada pilihan berdakwah ke Paser, atau meneruskan usaha keluarganya di Semarang dan Singapura pada 1826. Dia justru memilih pilihan mulia, yakni berdakwah.
“Beliau keturunan generasi ke-36 dari Rasulullah, tidak hanya menjadi ulama. Tapi juga menjadi donatur kegiatan dakwahnya, sehingga setiap beliau berdakwah, selalu memberikan hadiah sehingga kehadirannya selalu dinanti. Sampai akhirnya wafat di Paser pada 1875,” jelas Alidin.
Sementara pengisi tausiah Habib Ali Khaidar Alkaf menyampaikan, keistimewaan bulan Maulid Nabi yang jatuh pada Rabiul Awal bulan Hijriah ini ialah, hanya Nabi Muhammad SAAW terlahir di bulan tersebut. Nabi lainnya mayoritas di bulan Dzulhijjah. Selain itu, berkah langsung yang dirasakan pada maulid adalah dipersatukannya umat Islam dalam kegiatan tersebut. Silaturahmi terus terjalin, dan semuanya mendapatkan rezeki baik ilmu agama, pahala, serta rezeki makanan yang dibagikan para jamaah maupun panitia.
“Semoga umat Nabi Muhammad SAW diberikan umur panjang, kehidupan yang selalu berkah dan diridai Allah SWT,” ucapnya. (sos/jib/waz/k9)