Tuesday, November 28, 2017

Sekda Buka Musda III DPD LPM




TANA PASER – Sekretaris Daerah Kabupaten Paser AS Fathur Rahman membuka Musyawarah Daerah DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) ketiga Kabupaten Paser yang berlangsung di Gedung Awa Mangkuruku, Selasa (28/11). Salam sambutannya Sekda meminta kepada LPM, siapapun yang kemudian menjadi ketua DPD LPM Kabupaten Paser, diharapkan tetap bisa menjalankan fungsi-fungsinya untuk memastikan jalannya roda organisasi.
Sebagian fungsi LPM adalah sebagai penampung dan penyalur aspirasi dalam pembangunan, penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat dalam rangka memperkokoh NKRI, peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, penyusun rencana, pelaksana, pengendali, pelestari dan pengembang hasil-hasil pembangunan, serta penumbuh kembang dan penggerak prakarsa dan partisipasi, serta swadaya gotong royong masyarakat.
“Saya harapkan dalam musyawarah ini kita tetap mengedepankan rasa kekelurgaan, karena apapun hasilnya nanti, kita akan tetap bersama-sama membangun Kabupaten Paser tercinta, sesuai dengan moto ulang tahun ke-58 Kabupaten Paser yaitu, Kabupaten Paser kita, kita bangun sama-sama, dan visi Kabupaten Paser tahun 2016-2021, yaitu mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan,” kata Sekda.
Sekda juga berpesan kepada LPM Kabupaten Paser agar tetap menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Paser dalam membangun serta memberikan darma bhakti terbaik untuk masyarakat.
“Mari kita bantu mencerdaskan masyarakat kita, meningkatkan daya saing untuk memasuki era digital, sehingga masyarakat Paser tidak tergerus oleh canggihnya teknologi, tidak terhimpit di tengahnya majunya masyarakat modern dan tidak pula terbawa arus negatif kemajuan zaman,” pesannya.
Pada kesempatan itu ketua DPD LPM Provinsi Kalimantan Timur Mujarni Baraq memberikan apresiasi kepada Paser yang menjadi kabupaten pertama di Kalimantan Timur yang menyambut Program Inovasi Desa (PID) 2017.
“Saya juga menyampaikan selamat dan terima kasih kepada Desa Suatang, yang berhasil menjadi satu-satunya desa di Kalimantan yang ikut lomba desa tingkat nasional, dan menjadi juara III. Ini prestasi yang sangat luar biasa, dan semoga bisa lebih baik ke depannya untuk membawa nama Kalimantan Timur,” kata Mujarni seraya menambahkan bahwa Suatang unggul di antara lebih dari 70 ribu desa se-Indonesia. (aks)

Bupati Yusriansyah Keluarkan Surat Edaran Penggunaan LPG 3 kg ASN dan Warga Mampu Diimbau Tak Pakai LPG 3 kg


TANA PASER – Mengingat penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau Elpiji bersubsidi ukuran 3 (tiga) kilogram yang dinilai masih tidak tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Paser saat ini mulai membatasi penggunaan LPG bersubsidi tersebut. Salah satunya dengan mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser untuk tidak menggunaan LPG 3 kilogram.
Seruan tersebut tertuang pada Surat Edaran yang ditandatangani Bupati Paser dengan Nomor 188/382/HKM tertanggal 15 Agustus 2017, tentang Himbauan untuk Tidak Menggunakan Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung Ukuran 3 (Tiga) Kilogram.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Humas Setda Paser M Tauhid , Senin (27/11) di ruang kerjanya membenarkan adanya imbauan tersebut. Tauhid mengatakan, imbauan tersebut dikeluarkan agar penggunaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Paser bisa lebih tepat sasaran mengingat akhir-akhir ini LPG 3 kilogram sempat mengalami kelangkaan.
“LPG 3 kilogram merupakan produk yang disubsidi oleh pemerintah sehingga khusus diperuntukkan bagi rakyat yang tidak mampu,” jelas Tauhid.
Surat Edaran tersebut, kata dia, pada dasarnya memperkuat Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009 yang menyebutkan LPG tabung 3 kilogram merupakan LPG tertentu yang mempunyai kekhususan untuk pengguna/penggunaanya, kemasan, volume, dan atau harganya yang harus diberikan subsidi dan diperuntukkan bagi konsumen rumah tangga dan usaha mikro dengan kriteria tertentu.
Tauhid menambahkan dalam isi surat edaran tersebut, ada beberapa pihak yang diimbau untuk tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Pertama, yakni Pegawai negeri Sipil (PNS) atau calon PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser.
Kedua, para pelaku usaha selain usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta. Ketiga, seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Paser yang mempunyai penghasilan lebih dari Rp 1,5 juta per bulan dan tidak memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat.
Beberapa pihak tersebut menurut Tauhid dapat beralih menggunakan LPG non subsidi seperti bright gas 5,5 kg dan 12 kg, atau LPG ukuran 50 kg untuk keperluan restoran dan hotel atau bahan bakar industri. (hum/anc).

Banyak Warga Terjebak Banjir

BPBD Lakukan Evakuasi dengan Perahu Karet


SELAMATKAN WARGA: BPBD mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Jalan Pangeran Mentri, Gang 49, Tanah Grogot, menggunakan perahu karet.

PROKAL.COTANA PASER  -  Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tanah Grogot pada Minggu (26/11) lalu telah menyebabkan banjir setinggi 50 sentimeter.
 Menurut penuturan warga setempat, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Sabtu (25/11) sore hingga Minggu (26/11) pagi, membuat sejumlah kawasan tergenang air.
 “Tahun 2011 pernah banjir. Tapi tidak setinggi sekarang, sampai menggenangi jalan raya dan sempat dibuat anak-anak bermain air,” tutur Tatik warga Senaken.
 Selain jalan raya, sejumlah permukiman warga juga turut tergenang air akibat buruknya drainase. Jelang siang hari, genangan air mulai surut. Warga pun memanfaatkannya untuk membersihkan sedimen maupun sampah.
 Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, Edward Effendi menuturkan, intensitas curah hujan selama sepekan ini cukup tinggi. Sejumlah wilayah di Tanah Grogot pun dilanda banjir, seperti Senaken, Jone, dan Tanah Grogot. Untuk itu, BPBD harus melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir di Jalan Pangeran Mentri RT 03, Gang 49, Tanah Grogot, Senin (27/11) dini hari.
 “Di Gang 49 hingga Gang Cahaya, puluhan rumah warga tergenang air dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Untuk itu kita harus mengevakuasi warga menggunakan perahu karet,” ujar Edward di ruang kerjanya, Senin (27/11).
 Hingga kini BPBD masih menyiagakan personel di Jalan Pangeran Menteri karena genangan air masih tinggi.
 “Kami BPBD akan melakukan evaluasi terhadap wilayah-wilayah yang tergenang air. Hasil evaluasi akan diserahkan kepada OPD terkait untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (ian/vie/k1)

Monday, November 27, 2017

Mohlis Ingatkan Jasa Guru ke Siswa MAN IC


UMK 2018 Paser Naik Rp.206.768,65


Pembinaan Rohani Warnai HUT ke-46 Korpri



TANA PASER- Dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), panitia HUT Korpri Paser menggelar berbagai kegiatatan. Salah satunya adalah pembinaan rohani.
            Kegiatan pembinaan rohani yang mengusung tema “Bekerja Adalah Ibadah” yang digelar Senin (27/11) di Gedung Awa Mangkuruku, menghadirkan tiga nara sumber yakni dr Yenni SpKJ dari rumah sakit jiwa Bakti Husada Samarinda, Dr Kastalani dari Pengadilan Agama Paser dan Ahmad Efendi MAg dari Kementerian Agama Paser.
            Sayangnya dialog rohani dengan perspektif kejiwaan dan agama yang dihadiri Sekretaris Daerah Paser AS Fathur Rahman ini, hanya dihadiri beberapa pimpinan Perangkat Daerah (PD). Terlihat yang hadir selain Kepala Dinas Perikanan Ina Rosana sebagai panitia pelaksana, ada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Herwati, Kepala Dinas PPKBP3A Paulina Widryani dan Kepala Dinas Pertanian Boy Susanto.
 Begitupun jajaran PNS, dengan minimnya peserta yang hadir dibanding jumlah PNS di jajaran Pemkab Paser, tak heran kursi-kursi yang disediakan panitia terlihat kosong.
Ketua penyelenggaran kegiatan sekaligus mewakili ketua dewan pengurus Korpri Hj Ina Rosina mengatakan, dialog rohani ini dalam dalam rangka membangun kekuatan mental dan rohani anggota korpri demi menyatukan langkah membangun Aparatur Sipil Negara Kabupaten Paser  yang beriman dan bertakwa.
Selain itu menurut Kadis Perikanan ini, dalam memeriahkan Hut Korpri tahun ini, juga digelar berbagai kegiatan olahraga seperti lomba tenis meja, tarik tambang, lomba memancing, kegiatan senam bersama, aksi penghijauan, lomba pengucapan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pengucapan Panca Prasetya Korpri serta lomba paduan suara.
“Sedangkan untuk acara puncak agar digelar upacara di halaman Kantor Bupati pada tanggal 29 November yang dirangkai acara tambahan pembagian hadia bagi para pemenang lomba,” sebut Ina. (har-/humas)

MAN-IC Gelar Upacara Hari Guru Nasional


TANA PASER - Sebagai wujud rasa syukur kepada Allah swt atas jasa para guru di Republik ini, MAN Insan Cendekia Paser melaksanakan Upacara Hari Guru Nasional, Sabtu (25/11) di halaman Madrasah.
Bertindak sebagai pembina upacara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser H Mohlis Hasan dengan petugas upacara para guru dan tenaga pendidik serta kependidikan MAN IC Paser.
Upacara yang berlangsung khidmat yang diikuti 242 siswa MAN IC, dengan pemimpin upacara ustaz Agus Nur Fuadi guru Sosiologi, pembaca doa ustaz Rusmadi, Kepala Tata Usaha, pembaca teks UUD 1945 ustadzah Susmini, Waka Kesiswaan.
Dalam sambutannya pembina upacara Kepala Kementerian Agama Mohlis Hasan sembari membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, setelah memuji Allah Swt menyatakan bahwa guru adalah sosok utama dalam satuan pendidikan yang memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah piker, dan olah raga.
Selain itu menurutnya,  guru dan tenaga kependidikan juga harus mampu mengelola kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk mengobarkan Gerakan Nasional Revolusi Mental.
“Momentum Hari Guru Nasional hendaknya kita jadikan sebagai refleksi apakah guru-guru kita sudah professional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya. Di sisi lain, apakah kita sudah cukup memuliakan guru-guru kita yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita sehingga menjadi pribadi tangguh dan berhasil,” katanya.
 “Sebab, tak ada seorangpun yang sukses tanpa melalui sentuhan guru. Jadi apapun kita saat ini, guru-guru kita pasti ikut mewarnai bahkan bisa jadi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan kita,” tambah Mohlis.
Bagi pemerintah lanjutnya, peringatan hari guru juga menjadi titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan. Bagaimanapun harus diakui bahwa masih banyak persoalan guru yang belum sepenuhnya teratasi. Oleh sebab itu, kebijakan-kebijakan yang sedang dan akan terus dilaksanakan adalah menjadikan guru lebih kompeten, professional, terlindungi dan pada gilirannya lebih sejahtera, mulia dan bermartabat.
“Terima kasih kepada semua Asosiasi Profesi dan Organisasi Guru karena telah menjadi mitra pemerintah dan mitra guru khususnya. Demikian pula kepada organisasi sosial dan sosial keagamaan serta lembaga swadaya masyarakat. Semangat bekerja bersama untuk Indonesia yang lebih baik sungguh terasa ketika kita melihat bagaimana para guru ini menjadi perhatian besar kita semua. Selamat Hari Guru Nasional, semoga Allah swt membimbing langkah-langkah kita mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas melalui guru-guru yang hebat dan mulia,” katanya saat membacakan sambutan Menteri.
Rangkaian Upacara Hari Guru Nasional 2017 di MAN IC Paser ditutup dengan pembagian hadiah kepada para siswa yang meraih juara dalam berbagai lomba antara lain lomba Cerdas Cermat Agama, Tahfizhul Quran, Stand-up Comedy, Baca Puisi, dan Nasyid.(har-/humas)