Wednesday, September 27, 2017

Perjuangkan Listrik Warga Muara Komam

PROKAL.COTANA PASER – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Paser melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala desa (kades), serta warga Kecamatan Muara Komam, Jumat (22/9) lalu. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendengarkan permasalahan pemasangan listrik yang diketahui telah berlangsung sejak 2010 silam.
Wakil Ketua Komisi I Dody Satwika Nasution yang ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari hearing yang dilakukan bersama Komisi I, perwakilan warga, kepala desa, dan PT PLN, Kamis (7/9) lalu. Mewakili Komisi I, Dody bersama H Arbain dan Aspiana melakukan kunjungan ke Muara Komam guna memperoleh penjelasan langsung dari warga yang merasa dirugikan selama ini.
“Kami sudah mendengarkan permasalahan pemasangan listrik yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut. Selain itu, kami mengecek keakuratan jumlah warga yang mengalami permasalahan itu, dan data sementara ada 59 sambungan atau kepala keluarga,” ungkap Dody, Senin (25/9).
Menurut politikus PAN tersebut, pendataan warga yang melakukan pemasangan listrik bermasalah itu masih terus dilakukan. Dia meminta lurah maupun kades mendata kembali warga yang terkait masalah itu, disertai pula dengan sejumlah bukti, seperti kuitansi pembayaran pemasangan listrik dan nomor rekening listrik yang selama ini digunakan warga.
“Dalam waktu satu minggu setelah pertemuan itu, data yang dikumpulkan para kades dan lurah dapat segera diserahkan ke Komisi I untuk bahan pembahasan pertemuan selanjutnya dengan pihak PT PLN,” ujar dia.
Saat pertemuan di Kecamatan Muara Komam tersebut, warga menuturkan ada paksaan pemutusan sambungan listrik yang sudah dipakai selama bertahun-tahun. Akibatnya warga mau tidak mau kembali melakukan pemasangan ulang, mengingat listrik merupakan bagian dari kebutuhan sehari-hari. 
“Yang dituntut warga adalah penggantian biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pemasangan listrik kembali. Yang disesalkan masyarakat adalah pemasangan kembali itu sama dengan biaya pemasangan baru,” ungkap dia.
Di samping itu, Dody berharap permasalahan listrik di Muara Komam dapat segera terselesaikan. DPRD belum bisa memutuskan dan mencari solusi yang tepat sebelum mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak, yakni warga dan PT PLN. Dalam hal itu, PLN juga diminta aktif untuk melakukan sosialisasi pemasangan sambungan listrik sesuai prosedur, disertai dengan biaya pemasangan yang telah ditetapkan kementerian.
“Nanti akan kami klarifikasi dengan PLN. Kami tidak bisa menghakimi ini dan itu. Namun yang diinginkan jangan sampai ada masyarakat yang betul-betul dirugikan. Jangan sampai permasalahan internal perusahaan, justru malah masyarakat yang dirugikan,” tegasnya. (*/ns/san/k9)

Satgas Dalkarhutla Kecewa terhadap PTPN


Atasi Kebakaran Lahan, Minim Peralatan Pemadam

TINJAU LANGSUNG: Kepala BPBD Kabupaten Paser, Edward Effendi memantau aktivitas pemadaman lahan milik warga seluas 7 hektare, Rabu (20/9).


PROKAL.COTANA PASER  -  Tim Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Kabupaten Paser berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di Desa Saing Prupuk, Kecamatan Batu Engau, Rabu (20/9). Kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 09.00 Wita di lahan sawit milik warga seluas 7 hektare.
 Kepala Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, Edward Effendi yang ditemui di ruangannya menuturkan, pihaknya kala itu memperoleh laporan adanya titik api dari warga. Dia yang saat itu berada di Kantor DPRD Paser, kemudian langsung menurunkan petugas sebanyak 20 orang beserta peralatan pemadaman api.
“Laporan itu kami terima pagi pukul sembilan, kemudian anggota langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun, ternyata api sudah merambat hingga membakar lahan seluas tujuh hektare. Api dapat dipadamkan hingga sore hari pukul 17.00 Wita,” ujarnya, Selasa (26/9).
Edward mengungkapkan, lahan yang terbakar tersebut berbatasan dengan lahan milik perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Namun, karena tidak didukung kelengkapan peralatan dalkarhutla, pihak perusahaan tidak dapat bergerak membantu pemadaman sebelum tim satgas tiba di lapangan.
“Hal itu pula yang saya sesalkan dari perusahaan, seharusnya perusahaan perkebunan memiliki kelengkapan paling tidak truk tangki air yang dapat digunakan untuk pemadaman. Padahal lokasi kebakaran hanya dibatasi jalan kecil saja. Jika terlambat, maka lahan perusahaan akan ikut terbakar,” ungkapnya kesal.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran lahan milik warga tersebut. Kerugian jelas sekali dirasakan pemilik lahan, apalagi lahan yang terbakar tidaklah kecil. Untuk itu, dia berharap siaga karhutla ini tidak hanya dilakukan tim saja, tetapi juga siaga bagi seluruh perusahaan serta masyarakat Kabupaten Paser. (ian/vie/k1)

Rayakan Ulang Tahun secara Kekeluargaan


PROKAL.COTANA PASER - Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Paser menggelar perayaan ulang tahun ke-62 dengan penuh kekeluargaan. Acara berlangsung Jumat (22/9) di Indoor Polres Paser, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Dihadiri Kepala Polres Paser AKBP Dudy Iskandar SIK, seluruh perwira, juga personel Polres Paser.
Kepala Kasat Lantas Polres Paser, AKP Hendro Wibowo mengungkapkan, kegiatan tersebut sengaja dikonsep secara sederhana agar kekeluargaan antarpersonel terus terjalin baik. Dia menambahkan, tidak hanya syukuran HUT Satlantas, dalam kegiatan itu turut dirangkai syukuran HUT Bhayangkari dan HUT Polisi Wanita (Polwan).
"Sengaja kami mengonsep sederhana agar lebih terasa kebersamaannya dan kekeluargaannya. Kami juga dalam kesempatan ini merayakan syukuran bersamaan dengan ibu-ibu bhayangkari dan polwan," ujarnya.
Ditambahkan, dalam memperingati HUT Satlantas ini, Polantas Polres Paser melakukan berbagai kegiatan sosial. “Hal tersebut adalah bentuk kepedulian Satlantas Polres Paser dalam keselamatan berlalu lintas untuk kemanusiaan.
Banyak kegiatan sosial yang sudah kami lakukan," ucapnya.
Selanjutnya dia menyebutkan, kegiatan akan terus berlanjut guna mendukung keselamatan untuk kemanusiaan. "Kami akan terus melakukan, tidak hanya dalam momen ini," tuturnya.
Pada Hut Satlantas ini, diharapkan jajaran Satlantas Polres Paser terus solid juga menjadi pelopor keselamatan bagi masyarakat dan bersemangat dalam mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di Paser. 
"Melalui momentum spesial ini kami berharap Satlantas Polres Paser terus solid dalam menjadi pelopor keselamatan," tutupnya. (pms/*/mfy/san/k16)

Terkendala Kesehatan Rohani

Pendaftaran Panwascam Berakhir Hari Ini


PROKAL.COTANA PASER - Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Paser Nur Khamid kala dijumpai di kantornya, mengungkapkan pendaftaran panitia pengawas kecamatan (panwascam) dibuka sejak 19 September dan akan ditutup 25 September, hari ini. Namun, dia mengakui, pelaksanaan pendaftaran mengalami kendala terkait salah satu persyaratan yang sulit dilengkapi peserta, yakni persyaratan kesehatan rohani.
Alhamdulillah, pendaftaran sudah kami mulai dan hampir berakhir. Sebelumnya, kami terkendala kelengkapan persyaratan surat keterangan rohani yang tidak dapat diperoleh dari RSUD atau puskesmas di Paser,” ungkap Khamid, Minggu (24/9).
Menurut dia, surat keterangan tersebut bisa diperoleh dari Balikpapan, sehingga membutuhkan waktu dan biaya. Akibatnya banyak peserta yang berpikir ulang untuk ikut serta dalam pendaftaran Panwascam 2017-2018.
“Persyaratan tersebut memang sudah ada sejak dulu dan ditetapkan langsung dari Bawaslu pusat. Untuk itu, kami memohon keringanan, sehingga diputuskan bahwa 30 orang yang terpilih nanti wajib melengkapi persyaratan kesehatan rohani sebelum melaksanakan pelantikan,” jelasnya.
Khamid juga berkeinginan untuk meregenerasi petugas panwascam di 10 kecamatan se-Kabupaten Paser. Selama ini pendaftar panwascam adalah petugas panwascam sebelumnya, sehingga yang terpilih hanya orang yang itu-itu saja. Padahal, pendaftaran panwascam ini terbuka untuk umum dengan persyaratan yang sama di seluruh Indonesia.
“Sebenarnya kami berkeinginan adanya regenerasi petugas panwascam. Berkaca dari pendaftaran panwascam sebelumnya ternyata banyak peserta yang orangnya itu-itu saja. Lantas yang terpilih akhirnya orang yang sama, namun kami berharap panwascam tahun ini ada perubahan,” harapnya.
Ketua Panitia Penerimaan Pendaftaran Panwascam Aprianto Abdullah mengaku, terdapat sejumlah pendaftar yang menyerahkan berkasnya sejak awal dibuka. Terhitung mulai 19–22 September sudah terkumpul 19 berkas dari pendaftar lima kecamatan. Mereka itu adalah pendaftar dari Long Kali, 2 dari Long Ikis, 2 dari Muara Komam, 4 dari Tanah Grogot, dan 4 dari Paser Belengkong.
Kecamatan Kuaro, Batu Sopang, Batu Engau, Muara Samu, dan Tanjung Harapan, belum menyerahkan berkas pendaftaran. Namun, sudah banyak pendaftar yang menghubungi panitia dan mengambil formulir pendaftaran,” ucap Aprianto.
Apabila peserta pemilihan panwascam di setiap kecamatan tidak mencukupi, pihaknya akan kembali membuka pendaftaran khusus bagi kecamatan yang kekurangan peserta. Dari sejumlah peserta akan dipilih tiga orang per kecamatan, dengan total 30 petugas panwascam dari 10 kecamatan se-Kabupaten Paser.
“Panwas kecamatan ini mengacu pada Permendagri Nomor 51, di mana mereka akan bertugas maksimal selama 9 bulan terhitung masa kerja sejak November 2017 hingga Juli 2018. Sedangkan Pemilihan Gubernur Kaltim dijadwalkan pada 27 Juli 2018,” tambah Khamid. (*/ns/san/k16)

Kideco Diminta Utamakan Naker Lokal

KUNJUNGAN: PT Kideco diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Paser dan membatasi jumlah tenaga kerja asing. Hal itu disampaikan Komisi III DPRD Paser dalam kunjungannya ke perusahaan tambang batu bara tersebut.


PROKAL.COTANA PASER  -  Komisi III DPRD Paser yang dipimpin Hj Nurhayati melakukan kunjungan ke PT Kideco Jaya Agung, Kamis (21/9) lalu. Kunjungan tersebut tidak lain untuk membahas ketenagakerjaan dan sistem pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diberlakukan perusahaan.
“Untuk tenaga kerja sebaiknya Kideco mengutamakan tenaga kerja lokal. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Paser dan harus ada pembatasan untuk tenaga kerja asing,” ujar Nurhayati didampingi anggota komisi III lainnya seperti Hj Dian Yuniarti, H Ambo Pendrei, Supian, Ahmad Rafi’i, Upai Supaiman, dan Herman Setiawan.
Menanggapi hal itu, GM Kideco Siswoko membeberkan, pihaknya selalu melakukan pembinaan terhadap para tenaga kerja yang ada. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu SDM yang bekerja di Kideco. Terkait sistem PHK, pihaknya tidak serta-merta melakukan pemberhentian, karena sebelumnya pasti memberikan peringatan dan ada prosesnya. Seperti sistem PHK ada proses mutasi, jadi tenaga kerja yang sudah memiliki masa kerja tertentu untuk dipindahkan ke luar daerah Tanah Grogot untuk lebih menggali potensi dan kemampuan serta untuk menambah pengalaman bekerja di daerah.
“Maraknya terjadi PHK, hal ini karena menurunnya harga jual batu bara dan kualitas serta jumlah batu bara yang sudah berkurang, disebabkan penggalian terus menerus. Hal ini juga menyebabkan mutu batu bara yang diproduksi jauh di bawah standar pasaran internasional,” terang Siswoko.
Dalam kesempatan tersebut, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Supian mengkritisi pengelolaan corporate social responsibility (CSR) yang dikelola Kideco. Menurutnya, penerima CSR ini bisa lebih dikategorikan lagi. Sementara bagi yang sudah menerima CSR, baik itu instansi vertikal atau daerah, untuk meningkatkan kinerja pelayanan.
Contohnya saja di Kecamatan Long Ikis, yang baru-baru ini marak terjadi tindak pencurian sapi bantuan milik masyarakat, padahal sudah ditunjang dengan perbaikan fasilitas pelayanan dari CSR. Hal ini menurutnya sangatlah disayangkan.
“Seharusnya dengan adanya bantuan CSR dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, khususnya masyarakat Long Ikis,” tutupnya. (ian/cal/k1)


Tuesday, September 26, 2017

HMI Sambut Baik RS Muhammadiyah

Azis: Kasus Bayi Debora dan Ibu Delva Sari Jangan Terjadi di Paser
 
TANA PASER – Peresmian Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah awal bulan ini disambut positif berbagai kalangan, di antaranya salah satu organisasi mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI. Ketua HMI Cabang Paser Al Azis Abdillah menyebutkan bahwa kehadiran RS Muhammadiyah ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat Paser untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Aziz mengaku mewakili suara masyarakat yang mendambakan hadirnya fasilitas kesehatan di Bumi Daya Taka yang memadai, dan kini terjawab dengan adanya dua RS, satu milik Pemerintah Daerah dan satunya milik swasta. “Orang sakit kini punya pilihan untuk berobat, semoga bisa maksimal ke depannya,” ujarnya.
Selanjutnya mahasiswa tingkat akhir di STIT Ibnu Rusyd ini mendoakan semoga kejadian yang baru-baru menimpa bayi Debora di Jakarta dan ibu Delva Sari di Lampung Utara yang sempat jadi viral di media sosial, jangan sampai terjadi di Paser.
“Kasihan kalau melihat mereka hanya karena masalah komunikasi antara pasien dengan paramedis dan pegawai Rumah Sakit lalu menimbulkan korban jiwa,” lanjut Aziz, saat dihubungi di sela-sela Lathan Kader I (Basic Training) HMI Komisariat STIE Widya Praja, yang berlangsung di Gedung DPD KNPI Paser di Jalan RA Kartini, akhir pekan lalu. (aks)


MAN IC Paser Nobar Film G30SPKI

Dihadiri Dandim Letkol ARH Adrian Patra Candra.

TANA PASER- Sebagai wujud rasa cinta kepada tanah air dan menumbuhkan jiwa patriotisme serta mengigat kembali peristiwa sejarah masa lalu yang sudah lama terlupakan, MAN Insan Cendekia Paser melaksanakan nonton bareng (nobar) Penghianatan Gerakan 30 September PKI.
            Yang menarik, nobar film G30SPKI yang digelar dihalaman sekolah MAN IC Paser, Sabtu (23/9) malam ini, juga diikuti jajaran Kodim 0904 Tanah Grogot dan dihadiri Dandim 0904 Letkol ARH Adrian Patra Candra.
            Dengan digelarnya nobar film pengkhianatan Gerakan 30 September PKI dengan durasi waktu 180 menit atau 3 jam ini, Dandim Adrian Partra Candra meyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar MAN IC Paser yang telah berinisiatif melaksanakan pemutaran kembali film G30SPKI.
“Saya memberikan apresiasi  nobar mala mini, apa lagi film ini cukup lama tidak ditayangkan tepatnya sejak tahun 1998. Mengapa saya terpanggil datang ke MAN IC Paser?. Tidak lain di samping ingin menyampaikan arahan tentang wawasan kebangsaan, juga karena MAN IC Paser adalah madrasah yang mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia,” kata Dandim dalam sambutannya malam itu.
Letkol ARH Adrian Patria Candra menguraikan secara singkat tentang sejarah pengkhianatan PKI terhadap bangsa dan Negara, mulai zaman kolonial Belanda tahun 1927, sampai zaman kemerdekaan tahun 1948 di Madiun dan 1965 di Jakarta. Beliau juga mengingatkan tentang bahaya laten PKI.
“PKI secara organisatoris sudah mati tapi secara ideologi mereka masih ada dan tetap hidup. PKI bukan hantu tetapi mereka adalah nyata serta memiliki organisasi tanpa bentuk mulai dari pusat, daerah sampai ke kecamatan. Inilah yang dinamakan bahaya laten PKI,” katanya.
 Oleh karena itu Dandim berpesan  harus terus waspada, apalagi akhir-akhir ini banyak individu dan organisasi bergentayangan di negeri ini yang ingin mengkhianati Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara kita. Mereka membangun opini melalui media sosial bahwa PKI itu korban, bukan pengkhianat bahkan pahlawan bangsa. “Oleh karena itu sekali lagi, kita harus tetap dan selalu mewaspadai bangkitnya kembali PKI di NKRI yang kita cintai ini,” pesan Dandim
Sementara, kepala MAN IC Paser Khoirul Anam menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Dandim 0904 Tanah Grogot yang telah berkenan memenuhi undangan MAN IC.“Meskipun pada saat yang bersamaan juga ada nobar di lapangan prajurit Tanah Grogot, tapi pak Dandim masih meluangkan waktu untuk datang ke MAN IC Paser,” katanya.
“Pak Dandim berpesan kepada kita semua khususnya  keluarga besar MAN IC Paser agar benar-benar menyimak dan memperhatikan film Pengkhianatan PKI ini,  sehingga betul-betul dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang terbaik bahwa Pancasila sebagai dasar Negara kita selalu dirongrong oleh mereka yang berpaham ekstrim, baik itu ekstri kiri maupun ekstrim kanan,” tambah Khoirul Anam.
 Sebelum meninggalkan tempat acara, Dandim 0904 memberikan doorprize sebanyak empat buah ikat pinggang dan dua buah tas cantik untuk dibagi-bagikan kepada siswa yang mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh para guru. Sesuai amanat Dandim 0904/Tanah Grogot, pada akhir acara, dilaksanakan tanya jawab. Alhamdulillah, dari enam pertanyaan yang diberikan kepada siswa ternyata enam siswa secara bergiliran semua mampu menjawab dengan benar. (har-)