Wednesday, May 24, 2017

Lebih 10 Tahun Tak Diperbaiki

Empat Kades Berencana Portal Jalur Damit-Bekoso

PROKAL.COTANA PASER – Bosan mengeluh menjadi hal yang ada di benak kepala desa (kades) Bekoso, Damit, Olong  Pinang, dan Lempesu di Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser. Hal itu terkait jalan di desa-desa tersebut yang kondisinya rusak parah. Puncaknya, sejumlah tanaman diletakkan warga di jalan yang rusak.
“Sudah sepuluh tahun lebih seperti ini dan tidak pernah ada perbaikan,” kata Khoirul Wasek, warga sekitar, Minggu (21/5).
Kades Bekoso Taher Terunyun membenarkan, jalan yang menghubungkan empat desa itu, sudah lebih 10 tahun tak diperbaiki. Padahal menjadi urat nadi ekonomi warga. Setiap subuh, hasil pertanian dibawa melintasi jalan tersebut untuk dijual ke Kota Tana Paser.
“Saya sudah bosan mengusulkan perbaikan di tiap musrenbang ataupun kegiatan lainnya. Pada intinya,karena kekecewaan warga yang makin memuncak, kami bersama tiga kades lainnya akan memportal agar tidak bisa dilewati,” ucapnya.  
Soal kewenangan perbaikan-perbaikan, yakni di ranah kabupaten atau provinsi, Taher mengaku kedua belah pihak saling lempar handuk.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser Bachtiar Effendi menuturkan, jalan tersebut merupakan milik Pemprov Kaltim. “Memang sudah lama tak diperbaiki. Padahal setiap tahun kami terus mengusulkan. Tahun ini pun sepertinya belum ada pertanda baik karena keterbatasan anggaran,” terangnya.
Apabila pemprov berniat memperbaiki jalan tersebut, Bachtiar menyarankan agar langsung menggunakan rigid pavementKarena kendaraan yang melintas kebanyakan berjenis truk dan mengangkut tanda buah segar kelapa sawit. Jika perbaikan hanya dengan aspal, dia yakin tidak akan bertahan lama. (*/jib/ica/k9)

Terbelit Utang, Gasak Rp 69,5 Juta

Lukai Korban, Tersangka Ditangkap di Angkutan Umum

PROKAL.COTANA PASER – Belum lagi menikmati uang Rp 69,5 juta hasil curian, LW (26) wargaRT 02, Desa Laburan, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, sudah ditangkap polisi. Dia diamankan anggota opsnal Polsek Paser Belengkong saat melarikan diri dengan menggunakan angkutan umum menuju Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Saat di wilayah Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, angkutan yang digunakan LW Diadang polisi. LW pun pasrah ditangkap dan digelandang aparat.
“Untungnya korban cepat melapor, sehingga kami bisa segera mengungkap,” ucap Kapolsek Paser Belengkong AKP Tasimun kemarin (22/5).
Dari penyelidikan, ternyata LW sudah kenal dengan korban bernama Rumini. Niat jahatnya muncul setelah melihat jendela rumah Rumini terbuka. Pengakuan LW, dia mencuri karena terbelit utang.
“Aksi tersangka kepergok korban. Lalu tersangka yang membawa senjata tajam lantas melukai korban dan terkena di tangan kanan,” bebernya.
Setelah itu, LW membawa lari uang senilai Rp 69,5 juta yang disimpan di tas. Setelah ditangkap, LW mendekam di sel Polres Paser untuk penyidikan lanjutan. (*/ns/ica/k9)

Peringkat Ketujuh di MTQ Kaltim

Kafilah Paser Tetap Diapresiasi Bupati

PROKAL.COTANA PASER – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-39 Tingkat Kaltim yang digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berakhir pada Sabtu (20/5). Pengumuman Lembaga Pengembangan Musabaqah Tilawatil Quran (LPTQ) Kaltim, kafilah Paser berada di urutan ke-7 dari 10 kebupaten/kota.
Meskipun berada di atas tuan rumah PPU, Kubar dan Mahulu, prestasi tersebut tetap menjadi kebanggaan bagi kafilah yang berjumlah 70 orang. Termasuk 38 qori dan qoriah.
Meskipun prestasi yang diperoleh menurun, Paser tetap mampu menempatkan qori cabang cacat netra atas nama Hasan sebagai yang terbaik, dan berhak mewakili Kaltim di MTQ Nasional 2017 di Kaltara. Selain itu, kafilah Paser pun meraih posisi kedua cabang tafsir bahasa Indonesia yang diperoleh Cipta Wijaya. Sedangkan Rahma Alda R juga memperoleh gelar di cabang 10 juz.
Sementara itu, kafilah yang dipimpin Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Paser Mohlis bersama ketua LPTQ Paser Asmuni Samad itu, juga menempatkan tujuh qori dan qoriah sebagai juara harapan 1, 2, serta 3 berdasarkan cabang yang diikuti.
Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi mengaku bangga dan memberi apresiasi atas capaian itu.  “Secara peringkat setiap tahun memang kita selalu turun. Namun perjuangan dan apa yang diraih, patut diapresiasi. Kita harus tetap bangga dengan capaian tersebut,” ujarnya, belum lama ini.
Dia mengharapkan, hal itu dijadikan bahan evaluasi untuk peningkatan kuantitas dan kualitas pembinaan. Sehingga prestasi yang diperoleh jauh lebih baik. Termasuk mempersiapkan diri kala menjadi tuan rumah di event serupa pada 2019. (*/jib/ica/k9)