Monday, February 5, 2018

Toko Obat Terpergok Jual Obat Keras



TANA PASER –Her (33), warga Desa Desa Batu Kajang Kecamatan Batu Sopang yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual obat harus berurusan dengan pihak berwajib. Dengan berkedok membuka toko obat, ia berupaya meraup keuntungan lebih dengan menjual jenis obat keras yang dikategorikan dalam golongan Narkotika. 

Akibatnya, pada Jumat (2/2) tepatnya pada pukul 18.30 Wita, toko obatnya digerebek. Saat dilakukan penggeledahan di toko obatnya, kepolisian berhasil mengamankan 170 butir obat keras jenis Carnopen Zenith. 

Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra melalui Kapolsek Batu Kajang Hariadi mengungkapkan penangkapan Her berawal dari keresahan warga akan maraknya peredaran obat keras tersebut. “Setelah dilakukan pengecekan terhadap toko milik Her ternyata benar adanya. Dilakukan penangkapan terhadap Her sekaligus melakukan penggeledahan,” ungkapnya.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, ia baru beberapa bulan menjual Carnopen Zenith, dan berjualan obat menjadi profesinya sehari-hari. Pelaku mengaku nekat menjual obat keras karena dagangannya lagi sepi,”ujar Kapolsek Hariadi

Selain menyita barang bukti dan menangkap pelaku, polisi juga menyita uang berjumlah Rp 360.000 yang diduga merupakan hasil penjualan obat tersebut. “Kami mengimbau kepada warga yang mengetahui ada toko obat yang masih menjual obat-obatan yang berbahaya bagi konsumen, silakan melaporkan ke petugas kepolisian agar bisa ditindak,” pungkas Hariadi. 

Pil Zenith merupakan obat antidepresan yang juga digunakan untuk mengobati kejang otot dan gangguan otot akut. Obat jenis ini biasanya digunakan kuli bangunan untuk mengatasi pegal. Pil Zenith masuk daftar obat keras golongan G. Obat ini pun sudah ditarik dari peredaran sejak 2016 atau tiga tahun setelah PCC ditarik. (dc1217)


Petugas PPDP Lari Tunggang Langgang Dikejar Anjing Saat Coklit Data Pemilih



KORANKALTIM.COM - Pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih masih berlangsung di seluruh Indonesia.

Di Kabupaten Paser, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat mengerahkan 625 Petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Komisioner KPU Paser Divisi Program dan Data,  M Makbul mengakui banyak kendala yang dialami petugas saat melakukan coklit. 

"Karena memang posisi mereka (PPDP) langsung bersentuhan dengan masyarakat," kata Makbul saat Rakor Pemutakhiran Data dan Data Pemilih Pilgub Kaltim, Minggu (4/2).

Namun secara kompleks permasalahan yang dihadapi PPDP hampir sama dengan daerah lain. Seperti warga yang sulit ditemui karena faktor pekerjaan dan letak geografis yang lumayan suit.

"Ada juga beberapa yang unik dan menggelikan. PPDP di Desa Sandelai, Kecamatan Kuaro  saat mau mencoklit ke rumah warga justru digonggongi anjing. Karena kaget, petugas langsung lari meninggalkan rumah itu," ungkap Makbun.

Karena itu, masalah yang dihadapi PPDP harus menjadi perhatian. KPU Paser, kata Makbun, akan melaporkan kendala yang dihadapi petugas di lapangan.

"Agar menjadi perhatian juga buat KPU, apalagi PPDP ini belum ada asuransinya” ucap Makbul.

Namun demikian, sejauh ini PPDP sudah bekerja dengan maksimal dan coklit sudah dilakukan terhadap sekitar 53,7 persen pemilih.


Penulis    : Dwi Cahyo

Editor        : Supiansyah

Cara Komunitas Pelangi Menghidupkan Kembali Minat Baca di Tanah Grogot

Komunitas Pelangi berupaya kembali menumbuhkan gemar membaca di Tanah Grogot.




KORANKALTIM.COM - Ratusan buku nampak berjejer di sebuah lapak di tepian sungai Kandilo, Kecamatan Tanah Grogot, Paser, Sabtu (3/2) sore.
Buku-buku itu sengaja dipajang oleh Komunitas Pelita Anak Negeri (Pelangi) guna mengajak pemuda agar lebih aktif membaca.
Jaenab, Ketua Komunitas Pelangi mengatakan kegiatan yang digelar setiap Sabtu sore itu diharapkan dapat mengunggah kesadaran pemuda agar kembali gemar membaca.
“Dewasa ini kebanyakan orang hanya membaca status, SMS, pesan WA dan lainnya,” ucap Jeje sapaan akrab Jaenab.
Menurut Jeje, saat ini terdapat 354 eksemplar buku di komunitas Pelangi, hasil donasi anggota dan masyarakat serta pinjaman dari perpustakaan desa.
“Buku–buku ini dikumpulkan sejak setahun yang lalu. Sekarang kami masih membuka ruang bagi siapa saja yang mau memberikan donasi bukunya,” imbuhnya.
Jeje berharap kepedulian semua pihak agar minat membaca buku di Tanah Grogot kembali tumbuh.
"Mari sama-sama saling mengingatkan dan mengajak untuk membaca buku dari pada hanya sekedar membaca status atau membaca SMS di handphone” harapnya.


Penulis  : Dwi Cahyo
Editor     : Supiansyah

Sunday, February 4, 2018

16 Partai di Paser Lulus Verifikasi Faktual

480 Caleg Berpeluang Tampil di Pileg 2019


PROKAL.COTANA PASER  –  Selesai sudah tahapan verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paser. Dari 18 partai yang mendaftar, hanya 16 yang dinyatakan lolos verifikasi dari hasil rekapitulasi keanggotaan. Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) dan Partai Republik tidak lolos pada tahap tersebut.
Komisioner Divisi Hukum KPU Paser Koesnadi Asdam menuturkan, ketidaksiapan kedua partai menjadi musabab tidak lolos verifikasi. “Enam belas partai dinyatakan memenuhi persyaratan dengan 30 persen keterlibatan perempuan, dan dinyatakan siap bertarung di Pileg (Pemilihan Umum Legislatif) 2019,” tuturnya kemarin (2/2).
Ditanya kemungkinan berapa jumlah anggota legislatif yang akan bertarung di Pileg 2019, dia menyebut, partai yang lolos memiliki kans yang sama untuk mengusulkan kadernya. Jika ada 30 kursi terbagi pada empat daerah pemilihan (dapil), artinya jumlah maksimal yang berkompetisi dari 16 partai, yaitu 480 caleg.
“Tiap partai berhak mengirim maksimal jumlah kadernya di tiap dapil sesuai kursi yang ada. Batas minimum serendah-rendahnya, yaitu satu. Misal, ada delapan kursi tersedia, boleh memasang delapan caleg, tetapi tiap partai pasti memiliki kemampuan yang terbatas di tiap dapil, kecil kemungkinan tiap dapil mengirim jumlah maksimum,” jelasnya.
Dapil I meliputi Kecamatan Long Ikis dan Long Kali dengan ketersediaan delapan kursi, diikuti Dapil II dari Kecamatan Kuaro, Batu Sopang, Muara Komam, dan Muara Samu dengan peluang yang sama, delapan kursi. Lalu, Dapil III yang hanya satu Kecamatan, yakni Tanah Grogot juga delapan kursi, dan Dapil IV meliputi Kecamatan Batu Engau, Paser Belengkong, dan Tanjung Harapan dengan enam kursi. (*/jib/iza/k11)

Mantaaps…!! Kades Uko Usul Lampu Jalan Guna Cegah Kenakalan Remaja


SOROT – Untuk menghindari kasus kejahatan, yang akan berdampak buruk terhadap kehidupan sosial pada malam hari, Desa Uko, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kaltim mengusulkan lampu penerangan jalan.
Menurut Kepala Desa (Kades) Uko Ramalya, lampu penerangan jalan yang diusulkan itu sangat diperlukan di Desa Uko, guna memudahkan warga menjaga keamanan dan mencegah terjadinya kasus kejahatan kenakalan remaja.
“Penerangan jalan sangat mendesak dan diperlukan warga agar memudahkan dalam memelihara keamanan dan untuk mencegah kejahatan kenakalan remaja,” kata Ramalya, Jum’at (2/2/18).
Ada beberapa lokasi yang sangat memerlukan penerangan jalan Di Desa Uko kata Ramalya, diantaranya adalah sekitar jembatan kayu, jalan umum menuju pemukiman warga di RT.01 dan RT.002.
“Lokasi itu sangat membutuhkan penerangan jalan, bahkan jembatan kayu tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju ibu kota kecamatan,” terangnya.
Dikatakan, lampu penerangan jalan umum yang mempunyai setidaknya 3 fungsi yaitu sebagai fungsi keamanan, fungsi ekonomi dan fungsi estetika itu sudah lama dirindukan warga Desa Uko.
“Sudah puluhan tahun tidak memiliki penerangan jalan, sehingga masyarakat setempat hanya beraktifitas di rumah masing-masing pada malam hari,” pungkasnya. (rsd)