Wednesday, August 2, 2017

Kenapa Wapena Paser Peduli Palestina, Bukan Hanya Bencana Alam?

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Mungkin beberapa pihak ada yang mempertanyakan, kok Wartawan Peduli Bencana doakan untuk rakyat Palestina. Mengapa tidak mengurusi bencana alam saja?
“Bencana itu bukan hanya bencana alam. Ada bencana yang dikarenakan orang tidak bertanggung jawab, perang, konflik sosial,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser Edward Effendi usai doa bersama untuk keselamatan rakyat Palestina yang digagas Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Kabupaten Paser, Selasa.
Edward pun menilai apa yang dilakukan Wapena Paser sudah tepat.
“Menurut saya apa yang dilakukan Wapena ini sudah tepat. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini,” kata Edward.
Doa tersebut dihadiri Wakil Bupati Paser Mardikansyah. Ia pun mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Saya sangat apresiasi kegiatan wartawan ini. Ya kita harapkan dengan doa ini Palestina bisa kembali damai. Saya harap kegiatan ini bisa dilanjutkan,” kata Mardikansyah.
Sementara Ketua Wapena Paser Sarassani mengatakan selain wapena, doa bersama itu juga diikuti oleh organisasi kepemudaan seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) setempat.
“Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Kita bersyukur kegiatan berjalan lancar. Ini adalah bentuk solidaritas kita kepada rakyat Palestina,” ujar Sarassani.
Selain dihadiri Wakil Bupati, doa bersama tersebut juga dihadiri Asisten Ekonomi Karoding, Danramil Tanah Grogot Kapten Inf Seger, dan perwakilan Kantor Kementerian Agama setempat.(Jya)

Tuesday, August 1, 2017

Nur Mala Sari, Warga Paser yang Menderita Tumor Selama 13 Tahun

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Nur Mala Sari, warga Desa Senaken Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser, tidak bisa menyembunyikan kesedihan atas penyakit tumor yang dideritanya. 13 Tahun sudah tumor itu menempel di dagunya.
Berawal dari benjolan kecil, kemudian lambat laun benjolan itu kian membesar hingga seperti sekarang ini. Ia merasa tumor itu memberatkan kepalanya.
“Dulu masih kecil seperti kelereng,” kata Nur Mala Sari.
Ibu tiga anak ini tinggal di sebuah rumah bantuan milik orangtuanya. Untuk makan sehari-hari, ia masih numpang dengan orangtua karena sang suami saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan karena beberapa waktu lalu terkena dampak PHK.
Faktor biaya pun menjadi alasan klasik mengapa tumor itu kian membesar. Ia hanya mengkonsumsi obat-obat tradisional. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.
Dokter telah mendiagnosanya menderita tumor ganas. Nurmalasari harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Biaya berobat yang sangat mahal, membuat ia hanya pasrah menunggu bantuan dan uluran orang lain.
“Biaya obatnya kata dokter 60 juta harus ke Surabaya. Karena mahal, saya biarkan saja karena tidak ada uang,” ujar Nur.
Nur masih bisa mengunyah makanan yang ia makan. Tapi untuk dibawa bekerja, hal itu mustahil dilakukan.
“Jika dibawa untuk makan masih bisa, tapi kalau untuk bekerja sepertinya agak berat,” kata Nur.
Nur Mala Sari tidak tahu harus berbuat apa dengan kondisinya saat ini. Ia berharap ada uluran tangan dan bantuan untuk mengobati penyakit tumor ganas yang dideritanya itu.
“Harapan saya, cuma satu. Ingin sembuh,” kata Nur menangis terisak-isak sembari meneteskan air mata.(Jya)

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Wajib Dilaporkan Setiap Tahun


Wakil Bupati Paser dipastikan Hadiri Doa Bersama Untuk Palestina


Tana Paser (gerbangkaltim.com) Wakil Bupati Paser Mardikansyah dipastikan akan hadir dalam acara doa bersama yang akan digelar besok, Selasa (1/8).
Doa bersama tersebut digelar untuk rakyat Palestina yang saat ini sedang ditimpa musibah. Adapun doa bersama itu merupakan bentuk keprihatinan dari Wartawan Peduli Bencana (Wapena) bersama Organisasi Kepemudaan (OKP) di daerah itu.
Ketua Wapena Paser Sarassani memastikan Wakil Bupati Paser akan hadir dalam kegiatan itu.
“Pak Wakil dipastikan hadir dalam acara doa bersama besok,” kata Sarassani di Tanah Grogot, Senin (31/7)
Undangan ke sejumlah instansi seperti Kodim 0904 Tanah Grogot dan Polres Paser sudah disebar. Adapun Majelis Ulama Indonesia (MUI) di daerah itu juga dipastikan akan berpartisapasi.
“Undangan sudah disebarkan, dari MUI juga insya Allah akan berpartisapasi,” ujar Sarassani.
Sementara untuk tempat, rencananya dilangsungkan di halaman Kantor Bupati Paser. Doa bersama akan digelar pada pukul 10.00 Wita.
Wapena sebagai pihak penyelenggara kata Sarassani telah menyiapkan segala macam guna mendukung doa bersama tersebut digelar. Ia mengaku, setidaknya persiapan sudah 85 persen.
“Persentase persiapan kegiatan sebesar 80 persen. kami mengharapkan kehadiran seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan,” kata Sarassani.
Yang tidak kalah penting lanjut ia, doa bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat itu dimanfaatkan sekaligus untuk mendoakan kebaikan Dan kemajuan bagi Kabupaten Paser.
“Kita tentu berdoa agar Kabupaten Paser ini selalu dilimpahi kebaiakan dan selalu aman dan nyaman,” pungkas Sarassani.(Jya)

Dishub Paser Gerak Cepat Antisipasi Tabrakan di Komplek Perkantoran

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Dinas Perhubungan (Dishub) Paser melakukan melakukan upaya pencegahan dengan menertibkan pengendara di areal kompleks perkantoran kilometer 5.
Kepala Seksi Pengendalian Operasional pada Dishub Paser Arjansyah mengatakan, penertiban itu dilakukan untuk mencegah terjadinya tabrakan di lokasi tersebut.
“Penertiban pengendara, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat, dilakukan untuk mencegah terjadinya tabrakan, terutama di pintu keluar komplek perkantoran,” kata Arjansyah di Tanah Grogot, Senin (31/7).
Dishub Paser kata Arjansyah, mendapatkan laporan dari masyarakat dan pegawai, bahwa sering terjadi tabrakan antar pengendara di pintu keluar komplek perkantoran kilometer 5 Tanah Grogot.
Hal itu terjadi menurut Arjansyah, karena banyak pengendara memasuki komplek perkantoran di pintu yang seharusnya digunakan untuk pintu keluar.
“Tabrakan terjadi karena ada pengendara yang masuk melalui pintu keluar,” ujar Arjansyah.
Oleh karena itu lanjut ia, Dishub Paser melakukan penjagaan, terutama di pintu keluar kompleks perkantoran.
“Agar tidak ada pengendara yang masuk melalui pintu keluar. Ini kita lakukan selama seminggu kedepan,” ujar Arjansyah.
Selain di areal kompleks perkantoran kata Arjansyah, Dishub Paser juga akan melakukan hal yang sama di Kantor Bupati Paser.
“Rencana Dishub akan melakukan kegiatan yang sama di kantor Bupati Paser. Karena di sana sering didapati pengendara masuk melalui pintu keluar, dan sebaliknya,” ujar Arjansyah.(Jya)

Lagi, Pengedar Zenith Diringkus Polisi

NARKOBA: Pelaku sesaat setelah dibekuk oleh jajaran Opsnal Reskoba Polres Paser dan Opsnal Reskrim Polsek Tanah Grogot di bilangan Jalan Yos Sudarso, Tanah Grogot. Serta barang bukti yang didapat.


PROKAL.CO, TANA PASER  -   Berawal dari dibekuknya seorang pengguna obat keras di areal parkiran pusat perbelanjaan Kandilo Plaza yang mengantongi 10 butir pil zenith, polisi kemudian meringkus Mz (30), warga Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, di bilangan Jalan Yos Sudarso Tanah Grogot, belum lama ini (27/7). Mz dibekuk karena diduga sebagai pengedar obat keras atau pil koplo jenis carnophen atau zenith.
Kanit Reskrim Polsek Tanah Grogot, Bripka Jahirudin mengatakan, pelaku dibekuk berkat keterangan dari seseorang yang diamankan karena kedapatan menyimpan pil koplo jenis zenith. Sebelum membekuk pelaku, anggota Opsnal memastikan dan mengintai kalau Mz benar-benar menjual dan mengedarkan zenith.
“Saat dibekuk, dari tangan pelaku ditemukan 152 butir pil zenith dan uang tunai sebanyak Rp 1.720.000 yang diduga hasil penjualan pil haram tersebut. Pelaku tidak bisa mengelak saat di dalam saku celananya ditemukan barang bukti dan pil yang disimpan dalam kantong plastik warna putih,” ujar Jahirudin, Senin (31/7).
Ditambahkan Jahirudin, keberhasilan pengungkapan ini berkat informasi dari masyarakat di kawasan tersebut, yang resah dengan adanya transaksi obat keras jenis zenith. Pengungkapan berawal dari salah seorang pengguna berinisial Rm yang kedapatan menyimpan 10 butir pil zenith. Rm mengaku kalau dia mendapatkan barang haram tersebut dari Mz.
“Pelaku sudah ditahan di Polres Paser untuk dilakukan pengembangan kasus, karena kita yakin masih ada pelaku lain dalam bisnis pil koplo ini,” timpal Kasat Reskoba Polres Paser AKP Ahmad Tonangi, sembari menambahkan, kedua pelaku dijerat dengan pasal 197 UU 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ian/cal/k1)


26 Truk Pengangkut Semen Ditertibkan

RAZIA: Kabid Perhubungan Darat Dishub Kabupaten Paser, HM Guntur bersama anggotanya saat menertibkan truk gandeng atau trailer di sepanjang jalan negara Desa Janju, Sabtu (29/7).


PROKAL.CO, TANA PASER  -  Sedikitnya 23 unit truk trailer dan 3 unit tronton bermuatan semen terjaring razia yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Paser, Sabtu (29/7), karena bermuatan melebihi kapasitas dan kelas jalan trans Kaltim yakni 8 ton. Kendaraan yang diamankan rata-rata bermuatan 30 ton.
“Kegiatan razia rutin ini dilakukan berdasarkan instruksi bupati, untuk menghindari terjadinya kerusakan jalan yang merupakan aset pemerintah yang disebabkan oleh kendaraan yang tidak memiliki izin,” ujar Kabid Perhubungan Darat Dishub Paser, HM Guntur, kemarin.
Dijelaskan mantan camat Tanah Grogot itu, truk-truk trailer tersebut merupakan truk pengangkut semen PT Conch dengan tujuan Pelabuhan Pondong, Kecamatan Kuaro. Namun, karena tidak mengantongi izin, pihak Dishub melakukan pemberhentian angkutan hanya sampai wilayah Desa Janju.
“Truk trailer gandeng tidak hanya melanggar kepemilikan izin angkutan khusus, tapi juga melanggar terkait angkutan yang melebihi dari batas kemampuan jalan di wilayah Kabupaten Paser. Kita (Dishub) akan layangkan adanya teguran tertulis untuk sopir dan pemilik perusahaan agar mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku. Tidak hanya di Paser, melainkan juga daerah lain di wilayah Kaltim,” beber Guntur.
Dibeberkan Guntur, kelas jalan di Kabupaten Paser hanya tipe kelas III-B. Kendaraan yang diperbolehkan melewati jalan tersebut adalah kendaraan yang bermuatan tidak melebihi 8 ton. Tapi, kendaraan pengangkut semen ini bermuatan 30 ton bahkan lebih, dan berpotensi mempercepat kerusakan jalur trans Kaltim.
“Karena ini merupakan instruksi langsung Pak Bupati, razia akan dilakukan secara berkelanjutan. Kami tidak ingin jalan -jalan yang telah dibangun susah payah oleh pemerintah, lalu dirusak oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi atau perusahaannya,” tegas Guntur. (ian/cal/k1)