Saturday, June 3, 2017

Warga Diresahkan Maling Aki Mobil

PROKAL.CO, TANA PASER  - Aksi pencurian aki mobil di seputaran Jalan Agus Salim dan Jalan Noto Sunardi, Kelurahan Tanah Grogot, sudah meresahkan warga. Budi Priono warga Jalan Agus Salim  menyebutkan, beberapa pemilik mobil mengeluhkan aki mobilnya yang hilang diambil pencuri. Tidak satu dua mobil yang akinya hilang diambil pencuri, tapi sudah banyak. 
“Ini lagi ramai-ramainya pencurian aki mobil di kampung-kampung. Tetangga saja banyak kehilangan juga, di Jalan Noto Sunardi  warga juga mengaku kehilangan,” kata Budi kepada Paser Pos, kemarin.
Dia menambahkan, sasaran pencurian adalah mobil yang diparkir di sepanjang jalan dimana peluang pencurian dianggap paling baik. Diperkirakan pencuri beraksi saat tengah malam, ketika warga sedang tidur. Agar korban pencurian tidak semakin banyak, Budi meminta agar menggalakkan lagi siskamling di lingkungan RT dan RW .
“Jadi perlu disikapi bahwa sistem siskamling bimbingannya seperti apa. Karena  banyak warga meresahkan maraknya pencurian aki mobil. Poskamling ada dibuat, tapi kurang aktif,” ungkapnya.
Dikatakan, pelaku saat ini belum ditangkap dan diyakini masih mengincar mobil lain. Dia mengimbau kepada warga yang memarkir mobil di bahu jalan agar lebih berhati-hati.
"Pelakunya belum tertangkap. Jika, tertangkap akan kita serahkan ke polisi supaya diproses hukum," ujarnya. (apy/cal)

Friday, June 2, 2017

Komisi III Siap Fasilitasi

Masalah PHK 25 Karyawan Tanpa Pesangon

PROKAL.COTANA PASER – Komisi III DPRD Kabupaten Paser menggelar hearing terkait permasalahan ketenagakerjaan PT Paser Indonesia Perkasa (PIP). Kegiatan itu bertempat di Ruang Bapekat Kantor DPRD Paser, Rabu (31/5).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III Hj Nurhayati didampingi Sekretaris Komisi III H Ambo Pendrei. Berikut Supian dan Sutarno sebagai anggota.
Dalam kesempatan itu, ikut hadir jajaran Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigran (Disnakertrans) Paser sebagai mediator HI. Terdiri dari Kepala Disnakertrans Sancoyo, didampingi stafnya Husdi dan HM Hafidz. Kemudian dari DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dihadiri Suhardi, Wahrijah, dan Gusniansyah.
Hj Nurhayati mengungkapkan, akan menindaklanjuti permasalahan yang dituntutkan oleh 25 karyawan PT PIP tersebut. Meskipun kewenangan telah diambil alih oleh pemerintah provinsi, namun pihaknya berjanji akan terus menyuarakan keluhan sejumlah karyawan yang di PHK tanpa menerima pesangon.
“Kami akan mempelajari lebih lanjut terkait kronologis sebetulnya. Kemudian akan segera memfasilitasi pertemuan antara karyawan yang terkena PHK, serta perusahaan yang bersangkutan dan pihak-pihak lainnya yang masih ada sangkut pautnya dengan hal tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Suhadi dari DPC SBSI menjelaskan permasalahan tersebut sudah dibawa ke DPRD sejak 29 Januari lalu. Berikut pertemuan kedua pada 14 April 2017. Namun belum juga menemukan solusi. Pihak perusahaan pun mengaku tidak memiliki kemampuan untuk membayarkan uang pesangon kepada 25 karyawan yang telah di PHK, jika di total sekitar RP 600 juta yang harus dibayarkan perusahaan.
“Jika permohonan eksekusi sudah dilakukan dan pengusaha tetap tidak mau membayarkan pesangon, maka pekerja bisa memohonkan sita eksekutorial atas barang-barang milik pengusaha. Permohonan sita eksekutorial itu tetap diajukan kepada ketua pengadilan negeri dan setelah semua barang-barang disita. Selanjutnya, akan dilelang di mana hasilnya akan digunakan untuk membayarkan kewajiban pengusaha kepada pekerja dan juga biaya yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan putusan tersebut,” ungkapnya. (hmserm/*/ns/san/k9)

Jukir Nyambi Jual Pil Koplo

PROKAL.COTANA PASER  -  Polisi kembali berhasil meringkus dua orang pengedar obat keras jenis Zenith, Selasa (30/5), sekira pukul 21.15 Wita. Di mana, salah satunya adalah juru parkir di salah satu pusat perbelanjaan di Tanah Grogot. Dua orang itu adalah MAS (47), warga Jalan Bhayangkara, Tanah Grogot; dan Az alias Jimi (32) yang tercatat sebagai warga Desa Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang tinggal di Jalan Kartini, Tanah Grogot.
Keduanya dibekuk dengan waktu yang bersamaan. Dari tangan Jimi, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti 315 pil Zenithuang tunai Rp 695 ribu, telepon seluler, dan tas plastik hitam. Sedangkan dari tangan MAS, petugas berhasil diamankan 49 pil Zenithtelepon seluler, dan uang tunai Rp 770 ribu.
Kasat Reskoba Polres Paser, AKP Ahmad Tonangi didampingi Kanit 1 Reskoba Aiptu Joko Purnomo mengatakan, pelaku dibekuk berkat keterangan masyarakat yang resah dengan peredaran pil tersebut. Saat Jimi dibekuk di depan Kandilo Plaza, Opsnal Reskoba Polres Paser menemukan 10 butir Zenith di tas yang dibawanya.
“Setelah kedapatan menyimpan obat keras merek Zenith, kemudian dilakukan penggeledahan di rumah sewaan Jimi. Dari sini ditemukan 305 pil,” ujar Ahmad Tonangi, Kamis (1/6).
Sementara itu, pada waktu yang bersamaan, opsnal reskoba juga membekuk MAS tidak jauh dari tempat Jimi diamankan. MAS yang seharinya bekerja sebagai jukir ini pun tidak bisa mengelak saat anggota opsnal menemukan 49 pil Zenith yang diakuinya sebagai barang miliknya.
“Kedua pelaku ditahan di Polres Paser dan menjalani pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan kasus. Karena, kita yakin masih ada pelaku lain dalam bisnis pil koplo ini,” ujar Ahmad Tonangi, sembari menambahkan, kedua pelaku dijerat dengan pasal 197 UU 36/2009 tentang Kesehatan. (ian/cal/k1)

Dandim Pimpin Upacara Kelahiran Pancasila

Tekankan Jati Diri Bangsa yang Toleran

PROKAL.COTANA PASER - Memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni kemarin, Kodim 0904/TNG yang dipimpin Letkol Arm Mulyadi melaksanakan apel di Jalan Kesuma Bangsa, Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Lokasinya di halaman SMA 2 Tanah Grogot.
Sebagai inspektur upacara, Dandim mengajak peserta terlebih dulu mengenang para pahlawan dengan mengheningkan cipta. Dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila. Lalu, pembacaan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 24 Tahun 2016 serta pembacaan pembukaan UUD 1945.
“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa kita masih berkumpul menyelenggarakan upacara peringatan hari lahirnya Pancasila  untuk yang pertama kali. Peringatan ini untuk meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati, dan mengamalkan  nilai-nilai luhur Pancasila, sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara,” ujar Dandim.
Dandim menambahkan, fitrah bangsa Indonesia adalah keberagaman. Yakni berupa wilayah yang luas, terdiri dari Sabang sampai Merauke, berbagai suku, etnis, agama, bahasa, dan adat-istiadat, bersatu padu membentuk Indonesia. “Itulah Kebhinekatunggalikaan,” ujarnya.
Kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, lanjut Dandim, sedang mengalami ujian dan tantangan. “Semoga bangsa kita dapat menempuh ujian dengan baik,” lanjutnya.
“Kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia yang adil sejahtera dan bermartabat di mata internasional,” tambahnya.
Setelah upacara berakhir, Dandim memberikan “permen manis” kepada para pelajar dan guru sebagai simbol mengenang hari lahir Pancasila. Permen memiliki makna persatuan, elemen, republik, mengamankan, esensi, dan nilai. Kemudian manis bermaksud menjaga, arah, negara, Indonesia, dan selamat.  (pms/*/jib/ica/k16)

Petasan Direndam di Larutan Detergen

PROKAL.COTANA PASER - Beberapa waktu lalu, jajaran Polsek Long Ikis, Kabupaten Paser, menyasar sejumlah pedagang petasan di sekitar Desa Pait. Hasilnya, 3.347 petasan diamankan. Petasan itu diperoleh dari kios milik Darto di RT 04, kios milik Slamet di RT 01, dan di lapak milik Budi di RT 03.
Kapolsek Long Ikis AKP Jumali dan jajarannya kemarin (1/6) memusnahkan ribuan petasan tersebut. Caranya direndam dalam larutan detergen. Langkah tersebut juga dilakukan sebagai antisipasi meledaknya petasan saat disimpan sebagai barang bukti.
“Setelah direndam, petasan itu dibuang di lokasi yang aman,” ungkapnya.
Sementara itu, si pedagang, menurut Jumali, diberi teguran dan diminta tak mengulangi lagi.  “Selain itu, kami memberikan sosialisasi dan memantau terhadap produk makanan, pencurian kendaraan motor, serta balap liar,” imbuh Jumali. (*/ns/ica/k16)

Polres Paser Berhasil Tangkap 10 Pelaku Sindikat Curanmor, dan Amankan 20 Sepeda Motor

GERBANGKALTIM.COM, Tanah Grogot,— Jajaran Polres Paser, Polda Kaltim berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan sepeda motor, dengan menangkap sebanyak 10 pelaku dan mengamankan 20 unit sepeda motor berbagai merek, Jumat (2/5/2017).
Pengungkapan itu disampaikan langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Safaruddin yang sedang melakukan Safari Ramadhan bersama Pejabat Utama Polda Kaltim, sejak Kamis (1/6/2017). “Ini kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Alhamdulillah berhasil kita ungkap. Ada 10 tersangka, terdiri 6 pelaku dan 4 penadah. Dengan barang bukti 20 unit kendaraan roda dua,” kata Kapolda Kaltim didampingi Kapolres Paser AKBP Dudy Iskandar, SIK,  di depan Mako Polres Paser.
Dalam rilis yang dihadiri sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Kabupaten Paser, selain dihadirkan para tersangka yang menggunakan baju oranye dan penutup kepala “ninja”, juga dibeberkan barang bukti. Kapolda Kaltim sempat melihat dari dekat, aneka merek sepeda motor hasil kejahatan pelaku.Beberapa Pejabat Utama Polda Kaltim tampak hadir dan mendampingi Kapolda Kaltim antara lain Karoops Kombes Pol Eko Iswantono, Dirintelkam Kombes Pol Des Aditiawarman, Dirsabhara Kombes Pol. Thofan Herinoto, Kabidkum Kombes Pol. Agus S dan Kabid Propam Kombes Pol R. Deden Garnada.
“Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi, karena pelakunya sudah kita tangkap. Yang utama adalah pencegahannya. Bagaimana menciptakan daya tangkal, atau daya cegah agar orang tidak melakukan kejahatan. Sebab kalau sudah melakukan dan ditangkap, rehabilitasinya jauh lebih mahal dan belum tentu dapat diterima masyarakat,” kata Kapolda Kaltim.
Hasil kejahatan curanmor yang diungkapkan ini terjadi pada pada 27 Mei dan 29 Mei 2017 di tempat yang berbeda dan dilakukan penangkapan di beberapa tempat di wilayah Polres Paser hingga ke wilayah Polda Kalimantan Selatan.
Untuk curanmor pada Sabtu 27 Mei 2017 terjadi sekitar pukul 23.30 Wita berupa 1 unit R2 Merek Yamaha Vixion KT 6069 EV, dengan tempat kejadian perkara (TKP) di RT 01 Desa Saing Prupuk Kec. Batu Engau, milik  Sukardi. Dua hari kemudian, pelaku ditangkap ketika sedang menjalani perawatan di RS panglima Sebaya, Tanah Grogot, akibat kecelakaan. Setelah diinterogasi, pelaku bernama R alias Fahri mengakui telah mengambil sepeda motor korban,  dan telah menjual kepada MS. Tidak berapa lama, MS selaku penadah juga berhasil ditangkap oleh personel Polsek Batu Engau.
“Dari hasil pengembangan tim Polres Paser hingga ke Kalsel dan berhasil mengamankan 7 tersangka lainnya, serta mengamankan 16 unit sepeda motor,” kata Kapolres Paser AKBP Dudy Iskandar.
Ke-16 sepeda motor itu terdiri dari, 3 unit Yamaha Vixion, 5 unit Yamaha Mio, 5 unit Suzuki Satria F, 2 unit Yamaha Jupiter Z, dan 1 unit Yamaha Jupiter MX.
Sementara itu, untuk curanmor berikutnya terjadi  pada Selasa (29/5/ 2017) berupa 1 unit Honda Scoopy KT 2478 EAG, milik Rabiatul, warga di Desa Pait Kec. Long Ikis. Setelah menerima informasi curanmor melalui radio, anggota Polsek Kuaro melakukan razia pada tiga titik jalan yang mengarah ke Kalsel, Balikpapan dan ke arah Tanah Grogot.
“Sekira pukul 19.30 wita, personel Polsek Kuaro mendapat infomasi bahwa sepeda motor dengan ciri-ciri tersebut sedang mengisi bensin di Jl. R. Suprapto Kec. Kuaro. Kemudian petugas langsung mendatangi dan menangkap kedua pelaku dan mengamankan barang bukti 4 sepeda motor lainnya,” kata Kapolres Paser.(jya)


Kegiatan Safari Ramadhan di Kecamatan Batu Engau

Bupati Serahkan Bantuan Rumah Ibadah, Alquran dan Bantuan Baznas
         TANA PASER- Memasuki malam ke-6 Ramadhan 1438 H, Bupati H Yusriansyah Sarkawi, mengawali Safari Ramadhan dengan masyarakat Kecamatan Batu Engau,  tepatnya di masjid Ribathul Khair Desa Kerang, Rabu (31/5).
        Safari Ramadhan Bupati di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Batu Licin Kalimantan Selatan ini, turut dihadiri Ketua DPRD Paser H Kaharuddin, Kapolres Paser, Ketua Tim Penggerak PKK Paser Hj Mutiarni,  jajaran  Asisten dan pimpinan SKPD serta  Kabag di lingkungan Pemkab Paser.
 Pada kesempatan tersebut, Bupati Yusriansyah kepada 10 masyarakat miskin menyerahkan bantuan uang tunai dengan nilai Rp 250 ribu setiap orang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Paser.
Selain itu bupati juga menyerahkan bantuan berupa Al Quran sebanyak 6 buah kepada pengurus Masjid Ribathul Khair dan bantuan hibah kepada beberapa rumah ibadah di wilayah Kecamatan Batu Engau.
Terhadap bantuan rumah ibadah yang diserahkan, Bupati Yusriansyah saat menyampaikan sambutannya mengatakan, terkait adanya masalah keuangan daerah, maka semua hibah tahun 2016 ditunda, dan baru dilaksanakan 2017.
“Bantuan dalam bentuk hibah kepada rumah ibadah Insya Allah tahun ini akan terealisasi dan masuk rekening masing-masing penerima. Bantuan ini sebenarnya sudah masuk didokumen pelaksanaan anggaran atau DPA Paser, namun karena ada masalah keuangan semua hibah 2016 ditunda, dan Insya Allah akan diterima 2017 ini,” jelas Bupati.
Selain itu dalam sambutannya Yusriansyah mengatakan, safari Ramadhan dimaksudkan sebagai ajang silaturahim antara pemerintah Paser dengan masyarakat, sekaligus diharapkan bisa menjadi ajang transformasi kesadaran agar lebih peka dan peduli pada sesama.
“Khusus bagi pemerintah Paser, bulan Ramadhan ini bisa menjadi jembatan untuk menyapa masyarakat sekaligus sebagai bukti kepekaan dan kedekatan pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Dari itu juga lanjut Bupati, sebagai bukti kepekaan dan kedekatan pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat. “Ibadah-ibadah di safari Ramadhan ini bersifat kolektif seperti berbuka dan tarawih, sehingga memudahkan untuk berkomunikasih secara lebih massif, efektif dan efesien. Dengan demikian masyarakat akan merasa bahwa pemerintah tidak absen dalam kehidupan mereka,” jelas Yusriansyah. 
Safari Ramadan tidak hanya sebagai agenda tahunan Bupati dan wakil Bupati, tapi kegiatan tersebut mempunyai makna yang penting, yakni sebagai ajang silaturahim dengan masyarakat untuk bisa lebih dekat.
            Karena itulah, sejak kepemimpinan H Yusriansyah Syarkawi sebagai Bupati Paser  bersama Wabup HM Mardikansyah, kegitan safari Ramadhan di kecamatan menjadi agenda utama Pemkab Paser pada bulan Ramadhan.
            Yang menarik saat safari Ramadhan di Kecamatan Batu Engau, Rabu (31/5), rombongan Bupati dan ketua DPRD disambut alunan Habsih dari ibu-ibu Majelis Taklim Desa Kerang.
            Selain itu, meskipun Camat Batu Engau Paulus Margita beragama Nasrani, namun safari Ramadhan  di Masjid Ribathul Khair, suasananya nampak sangat religius dengan hadirnya camat ditengah-tengah ratusan jamaah masjid dari berbagai golongan masyarakat dan termasuk jajaran kepala desa se- Kecamatan Batu Engau.
            Apa lagi saat  Camat Batu Engau Paulus Margita  memberikan sambutan dihadapan Bupati dan jamaah masjid,  mengakui  kegiatan safari Ramadhan di Kecamatan Batu Engau tersebut menjadi pengalaman pribadi sangat berharga dan tidak pernah ia lupakan.
            “Kegiatan Safari Ramadhan  ini menjadi hal sangat berharga setelah saya dipercaya sebagai Camat Batu Engau, dan pengalaman hari ini tidak akan pernah saya lupakan,” ucap mantan Kabag Tata Pemerintahan Setda Paser ini.
Untuk diketahui, dalam kegiatan safari Ramadhan 1438 Hijriah, dari 10 kecamatan, Bupati akan bersafari di 9 kecamatan yang diawali kecamatan Batu Engau 31 Mei, Muara Samu 6  Juni, Kuaro 7 Juni, Tanjung Harapan desa Lori 9 Juni, Muara Komam  12 Juni, Batu Sopang 14 Juni, Long Ikis 16 Juni, Long Kali 19 Juni dan berakhir di Kecamatan Tanah Grogot 21 Juni. (har-)