Friday, June 2, 2017

Kapolda Safari Ramadhan di Pendopo


TANA PASER – Bulan penuh berkah bagi umat muslim, diwajibkan menyambung silaturahmi sesama, serta saling memaafkan. 
Di pekan pertama puasa Ramadhan 1438 H, Kapolda kalimantan Timur Irjenpol Safaruddin melakukan kunjungan ke Paser dalam rangka Safari Ramadhan yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Paser, Kamis (1/6). Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi, Wakil Bupati Paser Mardikansyah hadir bersama sejumlah pimpinan instansi Pemerintah Kabupaten Paser.
Dalam kesempatan itu Kapolda menyampaikan sambutan yang isinya terkait puasa sebagai momentum menambah pahala bagi umat Nabi Muhammad SAW, serta tujuan kegiatan safari sebagai wahana penyambung persaudaraan. “Dan untuk mendekatkan masyarakat terhadap jajaran Polri, kami sudah siapkan aplikasi AMPLANG, yang berkepanjangan Aplikasi Media Pelayanan Langsung,” kata Safaruddin.
Didampingi para pejabat pemerintah daerah, para petinggi Polda Kaltim beserta ibu, melakukan shalat maghrib berjamaah sesudah buka puasa bersama. Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi mengapresiasi dari kunjungan Polda Kaltim Irjenpol Safaruddin beserta rombongan ke Kabupaten Paser.
"Saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih untuk jajaran Polda Kaltim menyambut silaturahmi ibadah puasa ramadhan di Kabupaten Paser," ucapnya.
Mengenai pembangunan di daerah, Polda Kaltim selama ini memantau perkembangan pembangunan daerah, terutama dari sisi jalan. "Saya sempat bercengkrama dengan Pak Kapolda Kaltim, bahwa alhamdulillah jalan menuju Paser sudah mengalami perubahan," kata Bupati.
Safari ramadhan kemudian dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih bersama di Masjid Syuhada. (AB07)
Keterangan foto
Momentum Puasa Ramadhan 1438H/2017M: Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi dan Kapolda Kaltim Irjenpol Safaruddin memantau pembangunan daerah, terutama dari sisi jalan, pada waktu selah acara buka puasa bersama


Thursday, June 1, 2017

THR dan Gaji ke-13 PNS Bisa Cair 2 Minggu Sebelum Lebaran

Jakarta - Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota POLRI, prajurit TNI dan pejabat negara dipastikan bakal menerima gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) sebelum Lebaran tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur saat ditemui usai menghadiri acara di kantornya, Jakarta, Kamis (1/6/2017).

Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) terkait pemberian kedua tunjangan tersebut telah rampung dikerjakan dan tinggal menunggu tanda tangan Presiden untuk pelaksanaannya.

"Gaji ke 13 sudah kita putuskan akan diterima sebelum hari raya termasuk juga THR. Itu juga akan kita bayarkan sebelum Lebaran. Saya dengan Menkeu sudah sepakat kemarin," katanya.

Meski belum mengetahui pasti kapan persisnya waktu kedua tunjangan tersebut dicairkan dan apakah dicairkan dalam waktu bersamaan, Asman memastikan THR dan gaji ke-13 bakal cair sebelum hari raya tiba.

"Sesuai aturannya, minimum dua minggu sebelum hari-H," tukas Asman.

Adapun pemberian tunjangan hari raya diperuntukkan dalam rangka usaha pemerintah meningkatkan kesejahteraan den meringankan biaya hidup PNS pada saat hari raya Idul Fitri mendatang. Sedangkan pemberian gaji ke-13 dimaksudkan untuk membantu dan meringankan beban PNS yang memiliki anggota keluarga yang akan masuk sekolah. (ang/ang)

Operator Panic Button Polres Paser Siaga 24 Jam

ana Paser (GERBANGKALTIM.Com). Bunyi alarm tanda bahaya terlihat di layar gadget  milik  Wahyudi Iswanto, Kepala SPK Unit I Polres Paser. Perwira berpangkat Inspektur Dua itu lalu menunjukan layar gadgetnya.
“Jika tombol panic button dipencet,..maka  muncul bunyi alarm di gadget anggota yang kebetulan berada atau posisinya tidak jauh dari lokasi kejadian,” kata Wahyudi saat menerangkan kerja aplikasi media layanan langsung (AMPLANG) Polda Kaltim kepada GERBANGKALTIM.Com beberapa waktu lalu.
Sebelumnya Polres Paser juga telah mensosialisasikan aplikasi layanan masyarakat ini.
Karena itu, untuk mendukung kerja panic button, kata Wahyudi, semua anggota di lapangan sudah menggunakan gadget yang sudah diinstal aplikasi Amplang ini.
Menurut Wahyudi, panic button ini memiliki konsep laporan cepat untuk mendapatkan penanganan langsung dari polisi.
Untuk Panic Button ini, tambah dia, ada operator siap siaga 24 jam. Ruangannya tidak terlalu besar karena hanya butuh ruangan untuk perangkat komputer yang tersambung internet.
“Ini ruangan operatornya, ada satu perangkat komputer yang tersambung internet,” kata Wahyudi saat menunjukan ruang operator panic button.
Di komputer ini, jelas dia, operator bisa memantau posisi si pelapor dan isi yang dilaporkan.
Saat menerima laporan, di layar komputer akan terlihat tanda merah jika belum ditangani.
“Tanda merah itu akan berubah menjadi warna hijau jika TKP sudah didatangi dan selesai ditangani petugas,”katanya.
Bagi pelapor, Wahyudi meminta agar lokasi  map di gadgetnya harus ‘on’ tujuannya agar muncul peta di TKP.
” Sehingga mempermudah anggota melakukan tindakan cepat,” katanya.(erwe)

Pelaku Curanmor Diamankan

Mencuri di Dua TKP, Diamankan di Kuaro

PROKAL.COTANA PASER  -  Polres Paser berhasil membekuk dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di dua kecamatan yakni Kecamatan Tanah Grogot dan Long Ikis, Senin (29/5), sekira pukul 19.30 Wita, di salah satu kawasan di Kecamatan Kuaro. Dua pelaku curanmor ini ternyata bukan warga Kabupaten Paser. Dua pelaku yang diamankan beserta dua barang bukti sepeda motor curian itu berinisial Mn (30), warga Jalan Andi Tonro Lorong 4B, RT 1, RW 9, Desa Pa Baeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Makassar. Sedangkan satu pelaku lain berinisial AK (22), warga Jalan dr Sam Ratulangi l, Nomor 16-L, RT 7, RW 2, Desa Parang, Kecamatan Mamajang, Makassar.
Kasat Reskrim Polres Paser, AKP Bambang Hardiyanto mengatakan bahwa dari tangan kedua pelaku, berhasil diamankan dua unit sepeda motor jenis matik dengan nomor polisi (nopol) KT 2478 EAG dan KT 2119 EAQ. Di mana, berdasarkan pengakuan keduanya, pencurian itu mereka lakukan di dua tempat kejadian perkara (TKP).
“Sepeda motor dengan nopol KT 2478 EAG dicuri di Desa Pait, RT 6, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. Dan, sepeda motor dengan nopol KT 2119 EAQ dicuri di depan depo air Jalan RM Noto Sunardi, Kecamatan Tanah Grogot,” ujar Bambang Hardiyanto kepada Paser Pos, kemarin. 
Ditambahkan Bambang, pengungkapan berawal dari adanya informasi yang menyebutkan kalau kedua pelaku melintas di daerah Kuaro. Berbekal informasi ini, Polsek Kuaro langsung melakukan penyelidikan dengan membentuk tim kecil. Dan, sekira pukul 19.35 Wita, setelah sampai di Jalan R Suprapto, terlihat salah satu pelaku berboncengan dengan rekannya mengisi bensin.
 “Setelah memastikan kalau yang mengisi bensin itu pelaku, kemudian disergap dan diamankan sepeda motor KT 2119 EAQ. Meski berhasil melarikan diri, namun akhirnya pada pukul 23.13 Wita, pelaku berhasil diamankan,” ujarnya.
Dari sini, sambung Bambang, kemudian dilakukan pengembangan sampai akhirnya Mn dan AK berhasil diamankan di tempat persembunyiannya. Saat ini kedua pelaku sudah diamankan dan tengah menjalani proses lebih lanjut. (ian/cal/k1)

Siapkan 300 Porsi Bubur Daging

PROKAL.COTANA PASER – Berbuka puasa di masjid tidak serta-merta menyantap menu ala kadarnya. Di Masjid Agung Nurul Falah, Tana Paser, yang merupakan masjid kebanggaan warga Kabupaten Paser, ada menu khas yang setiap tahunnya tidak pernah tergantikan dan selalu menjadi utama.
Menu bernama bubur daging itu hampir serupa dengan bubur manado. Namun yang membedakan adalah campuran daging sapi. Pasangannya yang tepat kala menyantap ialah teh susu. Minuman tersebut terus disediakan pengurus masjid bersamaan dengan bubur.
Sekretaris Pengurus Masjid Agung Nurul Falah Paser Burhan Aphani menuturkan, setiap harinya 300 lebih porsi bubur disediakan untuk jamaah. Menu tambahan lebih bervariasi. Biasanya berupa jajanan kue khas Ramadan dan gorengan.
"Untuk anggaran bubur, minuman, dan lainnya, per hari menghabiskan sekitar Rp 1 juta. Alhamdulillah, untuk tambahan kuenya ada saja yang mengantarkan. Disisihkan untuk malam hari setelah salat Tarawih, bagi jemaah yang mengikuti tadarusan," terangnya, kemarin (31/5).  (*/jib/ica/k9)

Sidak di Terminal, Dua Angkutan Tidak Laik

PROKAL.COTANA PASER – Dinas Perhubungan (Dishub) Paser kembali melakukan pemeriksaan terhadap angkutan umum di terminal Kilometer 7, Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, kemarin (31/5). Sidak yang dilakukan bersama Satlantas Polres Paser tersebut, menjadi cara untuk mengetahui kondisi kendaraan umum jelang arus mudik.
Kabid Perhubungan Darat, Dishub Paser M Guntur menjelaskan, ada dua angkutan umum yang ditemukan tidak layak beroperasi. Persyaratan standar keamanan kedua kendaraan itu tak memenuhi persyaratan.
“Kami temukan bus tidak memiliki baut ban yang lengkap, sehingga stiker layak jalan tidak diberikan,” ucapnya.
Kendaraan lain yang tak layak jalan adalah angkutan antardesa. Lampu sein pada sebuah kendaraan tak beroperasi normal. Si pemilik pun diminta melengkapi kekurangan.
“Yang namanya musibah, tidak ada yang tahu. Namun alangkah baiknya jika dicegah. Yang menjadi fokus kami adalah fungsi rem. Dari terminal yang kami datangi, semua kendaraan memiliki rem yang baik,” ungkapnya.
Dia menyebut, akan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan umum hingga arus balik. “Kami mengimbau kepada warga yang menumpang angkutan umum agar teliti. Penumpang berhak menolak angkutan umum yang tidak memiliki stiker layak jalan dari Dishub Paser,” imbaunya.
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Paser Ipda Irene menambahkan dengan ditempelkannya stiker layak jalan, penumpang dengan mudah mengenali kendaraan mana yang dinyatakan aman.  “Kendaraan yang kurang memenuhi syarat seperti kurangnya baut dan lampu sein tidak berfungsi, diminta dibenahi. Jika pemilik tidak memenuhi kelengkapan surat kendaraan, maka petugas akan melakukan penilangan,” ucapnya. (*/ns/ica/k9)

Rumah Sakit Tak Punya Mobil Jenazah!

Miliki Empat Ambulans, Hanya Tiga yang Beroperasi

PROKAL.COTANA PASER – RSUD Panglima Sebaya, Kabupaten Paser, Paser, kembali mendapat sorotan imbas minimnya fasilitas yang tersedia. Rumah sakit bertipe C itu dikeluhkan masyarakat, khususnya terkait ketersediaan mobil jenazah.
Kabag Tata Usaha RSUD Panglima Sebaya Machmud Adam menyebut, rumah sakit milik Pemkab Paser itu belum memiliki mobil jenazah. Meskipun sejatinya sebuah rumah sakit daerah wajib memiliki, namun karena belum tersedianya anggaran, membuat pasien yang membutuhkan harus menggunakan layanan dari luar.
“Solusinya menggunakan mobil jenazah milik masjid terdekat. Kami sudah berkoordinasi ke berbagai pengurus masjid, agar memfasilitasi jika ada pasien yang membutuhkan. Setiap tahunnya kami anggarkan. Namun karena ada kebutuhan lain yang lebih mendesak seperti ambulans, maka mobil jenazah belum tersedia,” ujarnya, saat pertemuan di DPRD Paser, kemarin (31/5).
Saat ini, kata Mahmud, RSUD yang sudah berubah statusnya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu, hanya memiliki empat ambulans. Nahasnya, cuma tiga yang layak beroperasi.
Terkait pengadaan mobil dinas yang baru dibeli empat unit untuk dokter spesialis, Mahmud menuturkan hal itu sudah kewajiban rumah sakit, yakni menyediakan kendaraan operasional sesuai kontrak, termasuk menyediakan rumah dinas.
Rumah sakit yang memiliki 600 lebih pegawai itu juga masih menyisakan banyak keluhan lain di luar kendaraan. Saat ini, ada tiga gedung yang belum dapat dioperasikan karena masalah teknis bangunan. Padahal tiap gedung bisa menyediakan 44 kamar.
Diketahui sering kali rumah sakit itu tidak dapat menampung pasien rawat inap, dan terpaksa bersesakan di sejumlah ruangan.  “Namun di tengah kekurangan dan keterbatasan, kami terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan. Termasuk persiapan mengubah seluruh pelayanan melalui BPJS pada 2019,” tambahnya. (*/jib/ica/k9)