Sunday, October 1, 2017

Warga Miskin Meningkat Setiap Tahun

PROKAL.COTANA PASER – Setiap tahun sejak 2012. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Paser terus meningkat. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Paser menyebut, pada 2012 jumlahnya 18.900 jiwa. Lantas puncaknya pada 2016 mencapai 23.170 jiwa dari total 286.261 yang terdiri dari 142.377 laki-laki dan 125.884 perempuan.
Hal itu tidak berbanding lurus dengan angka persentase. Karena dari grafis lima tahun terakhir, angkanya naik-turun. Berdasarkan jumlah penduduk yang datang silih berganti.
Kepala BPS Paser Bahramsyah menyebutkan, angka itu merupakan hasil dari perhitungan kemiskinan makro yang pendekatannya lebih ke moneter.
“Penilaiannya tidak sedetail kemiskinan mikro yang mengetahui detail nama penduduk, alamat dan lainnya. Makro hanya sebatas jumlah garis kemiskinan dan estimasi,” ujar Bahramsyah, kemarin (26/9).
Pemanfaatan data makro itu berguna untuk perencanaan dan evaluasi program kemiskinan dengan target geografis, tapi tidak dapat menunjukkan siapa dan di mana alamat penduduk miskin. Sementara mikro, berguna untuk target sasaran rumah tangga secara langsung  yang berkaitan pada program bantuan dan perlindungan sosial, seperti bantuan langsung tunai (BLT), program keluarga harapan (PKH), dan rastra.
Peningkatan jumlah penduduk miskin ditengarai akibat inflasi, angka kemiskinan Paser pun di atas rata-rata Provinsi Kaltim, atau tiga terbesar tertinggi persentasenya setelah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutim. 
Melihat kondisi tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dissos) Paser Amiruddin Ahmad meminta agar seluruh stakeholder terlibat memberantas kemiskinan. Dissos telah menjalankan berbagai upaya untuk itu, yakni dengan memaksimalkan program dari Kementerian Sosial yang sudah berjalan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Rastra, dan Kube yang langsung anggarannya turun dari pusat.
“Sedangkan untuk daerah lebih ke bantuan penyediaan anggaran pendampingan. Namun sayangnya, anggaran dari daerah menurun karena defisit, sedangkan dari pusat tiap tahunnya meningkat. Tapi hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk penuntasan kemiskinan, monitoring dan kegiatan lainnya harus terus berjalan,” pungkasnya. (*/jib/san/k9)


No comments:

Post a Comment